Kapolda Riau Irjen Arman Achdiat Tekankan Polisi Harus Bisa Dipercaya dan Dicintai Masyarakat

Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat

PEKANBARU, MORALRIAU.COM – Irjen Pol Arman Achdiat resmi menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau setelah dilantik Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto pada Sabtu (3/10/2026). Ia menggantikan Komjen Pol Herry Heryawan yang mendapat promosi sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri.

Mengawali tugasnya memimpin Polda Riau, Irjen Arman menyatakan siap menjalankan berbagai program dan arahan Kapolri. Sejumlah petunjuk serta perintah pimpinan Polri, kata dia, telah diterima untuk segera diterapkan di jajaran Polda Riau.

Menurut Arman, salah satu hal yang menjadi perhatian utama adalah membangun sosok polisi yang dekat dengan masyarakat. Kedekatan tersebut, katanya, tidak hanya ditunjukkan melalui kehadiran polisi di tengah warga, tetapi juga melalui sikap empati, responsif, kepedulian, dan loyalitas terhadap masyarakat.

“Kalau kita bicara polisi harus dekat dengan masyarakat, berarti kita harus ada empati, responsif, peduli dan loyalitas kepada masyarakat,” ujar Arman, Minggu (4/10/2026).

Ia mengingatkan seluruh personel agar tidak melakukan tindakan yang dapat menyakiti masyarakat. Menurutnya, kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian harus dibangun melalui pelayanan yang baik, tulus, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Sebagai polisi jangan sakiti masyarakat, kita sendiri kan juga tidak ingin disakiti. Berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Untuk memastikan nilai tersebut diterapkan di lapangan, Arman mengatakan akan melakukan evaluasi internal terhadap personel Polda Riau. Anggota yang dinilai masih memiliki persoalan dalam hal empati dan kepedulian terhadap masyarakat akan diberikan pembinaan.

“Bagaimana bisa dipercaya kalau tidak dicintai,” kata Arman.

Selain menekankan pentingnya empati, Arman juga meminta seluruh personel Polda Riau menghormati karakter, norma, serta tatanan sosial masyarakat di Bumi Lancang Kuning.

Ia menegaskan bahwa kearifan lokal harus menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian, termasuk dalam menjaga keamanan dan menegakkan hukum.

“Kalau seorang polisi tidak punya jiwa seperti itu (empati dan peduli), ya mungkin mohon maaf, untuk era sekarang, ya minimal kita berikan pembinaan dululah untuk bisa jadi seorang polisi yang bisa dipercaya masyarakat,” ujarnya.

Arman menambahkan, berbagai norma dan kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat Riau harus dihormati dan dijadikan pedoman dalam menjalankan tugas.

“Bagaimana keinginan masyarakat, menjaga aturan dan norma yang ada di Bumi Lancang Kuning ya harus kita jadikan pedoman, apa yang sudah jadi tatanan harus kita tegakkan,” pungkasnya.

Jabatan sebagai Kapolda Riau menjadi babak baru dalam perjalanan pengabdian Arman selama 34 tahun di institusi Polri. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1992 itu sebelumnya menjabat sebagai Perwira Tinggi Baintelkam Polri dengan penugasan di Badan Intelijen Negara (BIN) sejak Januari 2025.

Arman memiliki pengalaman di sejumlah bidang kepolisian, khususnya reserse dan lalu lintas. Ia pernah menduduki sejumlah jabatan strategis kewilayahan, di antaranya Kapolres Sumedang, Kapolres Karawang, hingga Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah.

Pengalaman tersebut menjadi bekal bagi Arman dalam menjalankan tugas barunya memimpin Polda Riau, terutama dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. (*)