oleh

Siap Lanjutkan Pertemuan DPP PKS-Demokrat, PKS Jabar Ungkap Kesamaan Pandangan Kedua Parpol

MORALRIAU.COM – DPW Partai Keadilan Sejahter (PKS) Jawa Barat akan meneruskan silaturahmi politik yang dilakukan oleh DPP PKS kepada DPP Partai Demokrat di Jakarta beberapa waktu lalu. Kedua parpol bertemu untuk membahas perkembangan demokrasi, penanganan Covid-19, dan pemulihan ekonomi.

Ketua DPW PKS Jabar, Haru Suandharu mengatakan, DPP PKS telah mengarahkan untuk membangun komunikasi dengan partai asas Islam maupun Nasionalis. Hal tersebut seperti yang dilakukan sebelumnya, ketika ada silaturahmi dari DPP PPP ke DPP PKS.

“Sudah saya sampaikan, tentu ini (poros Islam) akan diikuti oleh partai nasionalis. Dan betul ada kunjungan PKS ke Demokrat,” kata Haru kepada Kantor Berita RMOLJabar, Senin (26/4).

Pada intinya PKS ingin membangun silaturahmi politik baik di pusat maupun di daerah. Dengan sesama partai Islam, maupun partai Nasionalis. Sebab, membangun Indonesia atau Jabar tidak bisa sendirian, sehingga memerlukan kerja sama antarpartai politik.

“Jadi insyaAllah akan diteruskan di tingkat provinsi, juga kota/kabupaten se-Jabar,” paparnya.

Kendati begitu, saat disinggung soal kans Partai Demokrat bergabung dengan poros Islam, Haru menyebut setelah pertemuan dengan Partai Demokrat dan PPP, akan mengubah judul menjadi ‘Poros Islam Nasionalis’.

Namun, intinya poros ini untuk yang sepakat saja, baik partai dengan asas Islam atau Nasionalis yang memiliki pandangan yang sama.

“Kalau dengan PPP konteksnya keumatan. Kalau dengan Demokrat konteks demokrasi, pemulihan ekonomi, dan penanganan Covid-19. Artinya kami mempunyai kesepahaman cara pandang,” ucap Haru.

Menurutnya, PKS harus banyak mencari banyak persamaan bukan perbedaan, jika mencari perbedaan pasti akan ditemukan. Oleh karena itu pihaknya ingin persamaan dan kebersamaan untuk kemajuan bangsa Indonesia.

“Tapi kalau nyarinya perbedaan karena punya maksud lain akan menjadi susah. Itu bukan mencari kebersamaan dan kejayaan bangsa, itu mah nyari ribut dan perpecahan,” tuturnya.

“Saya kira sudah enggak musim lah, hari gini lagi pandemi Covid-19 kita ngomongin yang enggak-enggak. Kalau saya harus ngomongin yang bagus-bagus,” tandasnya. (Rmol)

Komentar

News Feed