ROHIL, MORALRIAU.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaaan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) sertijab dua pejabat pimpinan tinggi Pratama, sertijab ditandai dengan penanda tanganan dokumen dengan disaksikan oleh sekretaris Dinas Pendidikan dan kebudayaan, Senin (13/1).
Tampak hadir pejabat administrator, pengawas, pelaksana, kepala sekolah serta ASN dilingkungan OPD Disdikbud Rohil ini.
Dalam kesempatan ini juga dilaksanakan serah-terima organisasi Dharma Wanita Disdikbud Rohil.
Pada kesempatan ini, mantan Kadisdikbud Rohil HM Rusli Syarief juga memperkenalkan para pegawai di Disdikbud Rohil. Bahkan para pengawas pendidikan Korwil di setiap kecamatan juga di kenalkan kepada Nur Hidayat.
Kepala sekolah juga menjelaskan bahwa kepala sekolah saat ini sudah tidak ada masalah lagi karena sudah sesuai dengan pangkat yang diemban.
“Secara administrasi tidak ada masalah lagi dengan pangkatnya rendah sebagai kepala sekolah sementara pangkatnya tinggi menjadi guru di sekolah yang sama,” jelasnya.
Menurutnya, persyaratan menjadi kepala sekolah harus memiliki sertifikat Kepsek. Memang dinas sudah berusaha untuk mendapatkan hal tersebut dengan mengirim ikut tes persyaratan tersebut.
“Untuk tahun ini tinggal menjalankannya saja. Sebanyak 474 kepala sekolah di Rokan Hilir,” jelasnya.
Bahkan mantan Kadisdikbud Rohil ini menjelaskan perbagai hal tentang dana bos yang langsung diterima sekolah melalui rekening.
Sementara itu, Kadisdikbud Rohil yang baru menerima jabatan, HM Nur Hidayat, SH, MH mengucapkan terima kasih kepada mantan Kadisdikbud yang telah menjelaskan keadaan Disdikbud ini.
Dia juga mengucapkan selamat bertugas kepada mantan Kadisdikbud Rohil HM Rusli Syarief di tempat tugas yang baru sebagai kepala Dinas Pertanian Rohil.
Dia mengakui, memang pada awalnya kuatir karena bendahara Disdikbud telah menjabat Kasubag Keuangan namun rupanya bendahara sudah ada penggantinya.
“Sebenarnya di saat menerima SK dari bupati agak gamang sedikit. Namun setelah dipaparkan dengan cerita yang panjang baru agak lega sedikit karena sudah ada PPTK dan bendaharanya,” tuturnya Nur Hidayat.
Dia juga mengatakan jika mantan Kadisdikbud Rusli Syarief sudah pernah menjabat disemua dinas kecuali dinas kesehatan saja. Namun dirinya bertugas sebagai pejabat pimpinan tinggi Pratama baru dua kali yakni di Inspektorat dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ini.
“Dulu dibagian pemeriksaan, sekarang di bagian yang saya anggap berskala besar karena dinas pendidikan dan kebudayaan ini membawahi banyak orang,” katanya.
Dia mengakui pengalaman di dunia pendidikan sudah pernah ketika dirinya sebelum menjadi pegawai, namun di sekolah swasta yang masih di bawahi oleh pihak yayasan. Dalam kesempatan ini diharapkannya kerja bersama agar mencapai tujuan yang diharapkan bersama.
“Kiranya kerjasama yang dilakukan selama ini akan dilanjutkan lagi. Kalau bisa ditingkatkan,” pungkasnya.(Ardiansyah)







Komentar