ROHUL, MORALRIAU.COM – Amankan produksi padi Musim Tanam II 2026, Kelompok Tani Persawahan Perlayanan bersama Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) se-Kabupaten Rokan Hulu, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan Dinas Pertanian Kabupaten Rokan Hulu menggelar Gerakan Pengendalian (Gerdal) Hama Tikus Sawah secara serentak.
Kegiatan dipusatkan di hamparan sawah Kelompok Tani Perlayanan, Kecamatan Bangun Purba, Senin (27/4/2026).
Gerdal ini dilakukan untuk menekan populasi tikus sawah Rattus argentiventer yang dikenal sebagai hama utama padi. Tikus memiliki kemampuan reproduksi tinggi sehingga pengendalian sejak dini sangat krusial sebelum tanaman memasuki fase generatif.
“Kegiatan hari ini difokuskan pada pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang ramah lingkungan dan efektif,” ucap Masrida saat ditemui media ini.
Beberapa metode yang diterapkan antara lain:
- Gropyokan Bersama, Perburuan tikus secara fisik di pematang dan sekitar sawah.
- Emposan/Fumigasi,Menutup lubang aktif dengan alat pengemposan menggunakan belerang atau bahan organik untuk mengasapi tikus di dalam sarang.
- Pemasangan Pagar Plastik, dipasang di jalur migrasi tikus sebagai jebakan.
- Pemanfaatan Musuh Alami, Mengaktifkan Rumah Burung Hantu (Rubuha) sebagai pengendali hayati.
“Kunci Sukses: Kompak dan Serentak”
Petugas POPT Rokan Hulu, Masridawati, menegaskan bahwa kunci keberhasilan pengendalian tikus adalah kekompakan seluruh petani.
“Pengendalian tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Harus serentak. Jika satu sawah dibersihkan tapi sawah tetangga dibiarkan, tikus akan kembali,” ujarnya di sela kegiatan.
Target Produksi Tercapai
Sementara itu, PPL Kecamatan Bangun Purba, Wahyudi, SP, berharap gerakan ini mampu menekan populasi tikus hingga di bawah ambang ekonomi.
“Dengan populasi terkendali, potensi kehilangan hasil bisa diminimalisir dan target produksi padi di Kecamatan Bangun Purba dapat tercapai untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” kata Wahyudi.
Kegiatan Gerdal serentak ini akan terus digalakkan selama musim tanam MT II 2026 berlangsung, terutama pada titik-titik endemik serangan hama tikus.**(tim)







Komentar