JAKARTA, MORALRIAU.COM – Istilah ‘perang total’ dan ‘perang Badar’ tengah menjadi sorotan masyarakat saat ini. Guru Besar Komunikasi Politik Universitas Pendidikan Indonesia Karim Suryadi mengingatkan penafsiran yang salah bisa berakibat fatal.
“Dalam kajian komunikasi terungkap bahwa akibat kesalahan penafsiran sebuah kata itu bisa timbulkan perang,” kata Karim dalam Indonesia Lawyers Club, Selasa 26 Februari 2019.
Seperti dilansir viva, Karim mengaku tak bisa berandai-andai mengenai suasana batin orang-orang yang mengeluarkan istilah-istilah itu. Hanya saja dia meminta istilah itu tak dimaknai berlebihan.
“Kita juga tak perlu memaknai istilah itu berlebihan. Pertama, kalau menggunakan analogi yang menghubungkan dua hal yang sama, perang dan pemilu itu tidak sama, tidak bisa dihubungkan, mengandung kontradiksi dari istilahnya,” ujar dia.
Kemudian yang kedua, Pemilu katanya adalah pilihan jalan dari orang-orang beradab untuk memilih calon pemimpinnya. Ketiga, perang total jika dimakna berlebih maka berpotensi memobilisasi segala kekuatan.
“Alih-alih perang total maka harus perang sadar,” kata Karim. (*)

















Komentar