PEKANBARU, MORALRIAU.COM – Bencana kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru menyebabkan kualitas udara merosot hingga masuk level berbahaya serta memicu gangguan kesehatan pada anak-anak pada Rabu (7/10/2026). Penurunan mutu udara akibat sisa pembakaran hutan dan lahan tersebut memaksa otoritas pendidikan memperpanjang sistem Pembelajaran Jarak Jauh guna meminimalkan dampak paparan polusi terhadap kelompok rentan.
Berdasarkan data pemantauan situs IQAir, konsentrasi partikulat halus PM2,5 di Pekanbaru melonjak hingga angka 251,4 mikrogram per meter kubik pada pukul 11.00 WIB. Lonjakan polutan ini melanjutkan tren polusi udara hari sebelumnya saat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat angka PM2,5 menyentuh 298,7 mikrogram per meter kubik pada Selasa (6/10/2026) pagi.
Merespons kondisi pencemaran udara yang membahayakan kesehatan, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh bagi siswa PAUD hingga SMP sejak Selasa (6/10/2026). Kebijakan belajar dari rumah yang semula dijadwalkan hingga Rabu (7/10/2026) tersebut kini resmi diperpanjang sampai Sabtu (10/10/2026).
Meskipun aktivitas sekolah telah dialihkan secara daring, paparan kabut asap tebal di ruang terbuka tetap memicu penurunan kondisi fisik warga, khususnya anak-anak. Sejumlah orang tua di Pekanbaru melaporkan anak-anak mereka mulai mengalami gejala demam, batuk, dan gangguan pernapasan.
Salah seorang warga Pekanbaru, Rani, mengeluhkan kondisi kesehatan anaknya yang terus menurun akibat tebalnya kabut asap dalam beberapa hari terakhir.
“Awalnya anak saya mengeluh gak enak badan, lalu muncul batuk-batuk, karena kabut asap semakin parah di Pekanbaru,” kata Rani, Rabu (7/10/2026).
Keluhan serupa disampaikan oleh warga Pekanbaru lainnya, Elvi, yang harus merawat anaknya di rumah setelah mengalami gejala demam tinggi.
“Sudah 2 hari anak saya demam,” ujar Elvi, Rabu (7/10/2026).
Otoritas terkait terus melakukan pemantauan berkala terhadap Indeks Standar Pencemar Udara di seluruh wilayah Pekanbaru. Masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan serta mengoperasikan perlindungan pernapasan seperti masker saat terpaksa beraktivitas di luar rumah. (*)







Komentar