PEKANBARU, MORALRIAU.COM – Wakil Ketua DPRD Riau, Auzar Auzar menyebutkan, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) hingga saat ini sebetulnya masih merupakan salah satu daerah sebagai sentra atau penghasil ikan terbesar di tanah air. Hanya saja pamor itu menjadi ‘hilang’ lantaran banyaknya nelayan yang menjual ikan di tengah laut.
Untuk itu dirinya minta pada pemerintah baik pusat maupun daerah untuk ketat melakukan pengawasan terhadap tindakan-tindakan atau perbuatan-perbuatan ilegal yang merugikan daerah tersebut.
“Harus ada pengawasan ketat dari pemerintah terhadap praktek jual ikan di tengah laut ini. Hasil tangkapan nelayan itu tidak sampai ke pelabuhan perikanan kita, tapi hilang dengan transaksi di tengah laut,” sebutnya, Rabu (27/11).
Sementara itu saat disinggung kenapa nelayan lebih suka bertransaksi di tengah laut, Dapil Rokan Hilir ini kembali menjelaskan karena lebih menguntungkan nelayan dan mudah dilakukan.
“Bahkan ada juga para pengusaha besar itu yang memodalkan nelayan dalam menangkap ikan tersebut, dengan catatan hasil harus dijual ke mereka,” tambah Asri.
Jadi menurut Asri lagi, transaksi yang terjadi di tengah laut itu ada yang libtas negara, diveli oleh pengusaha Makaysia dan Singapura. Juga ada dari daerah-daerah tetangga seperti Sumut dan lainnya.
“Dengan maraknya transaksi di tengah laut, erhingga hasil ikan yang sampai ke daratan jadi berkurang. Jadi perlu pengawasan lintas instansi yang ada,” katanya juga di ruang kerjanya. (Mcr)







Komentar