ROKAN HULU, MORALRIAU.COM – Aksi damai dengan menempeli poster dan spanduk di pagar dan tembok serta menggembok ruang kerja Kepala Desa Ngaso Andes Siata, pintu ditutupi poster dengan tulisan “Kekuasaan Tertinggi Kembali Pada Rakyat” aksi tersebut agar Kepala Desa mundur dari jabatannya, Rabu (8/7/2020) sekira pukul 10.00 WIB.
Beberapa pemuda desa Ngaso yang mengaku mewakili atas nama warga desa Ngaso mendatangi kantor Desa Ngaso, namun pada saat itu Kepala Desa (Kades) Ngaso Andes Siata sedang tidak berada di Kantor “Pak Kades sedang ke Pasirpangaraian sejak pagi tadi sekitar 07.00 Wib berangkatnya,” ujar salahsatu staf Kantor Desa.
Namun ketika tim media ini menghubungi Nomor Seluler Kades Ngaso untuk meminta konfirmasi, namun nomor handphonenya sedang tidak aktif.
Nampak tulisan di poster yang ditempel dipintu masuk “Kpd P. Kades Silahkan Mundur” dan ditembok “Kemana Dana Pembangunan?”, “Masyarakat Dilarang Mudik, Bapak Mudik Jugak,!!! Mana Sportifitas”, “Jangan Dimakan Bantuan Untuk Masyarakat”, “Kemana Dana CSR Desa?”.
Beberapa perwakilan dari Kecamatan Ujungbatu yang menemui warga yang melakukan aksi damai diantaranya ada Kasi Pemerintahan Masnur, Kasi Tantrib Umum Romi Gustia, Staf Kantor Desa Ngaso, Pihak dari Polsek Ujungbatu Panit Intelkam Aiptu Jonggi Pardede, sedang melakukan mediasi di ruang rapat kantor desa Ngaso, juga turut hadir dilapangan Panit Lantas Ipda Nanang Pujiono SH, dan Satpol PP.
Setelah dilakukan negosiasi antara dari Pihak Kecamatan Ujungbatu dan Panit Intelkam Polsek Ujungbatu dengan warga yang melakukan aksi damai, disepakati untuk membuka gembok dan Poster yang menutupi Ruang Kerja Kepala Desa Ngaso, dan akan dilakukan mediasi dengan pihak Desa, dan warga menunggu situasi normal.
Kasi Pembangunan Masnur mengatakan “Sesuai kelanjutan pada hari Rabu terdahulu dan pada ditentukan acara itu pada hari Rabu ini, Kami dari Kasi Pemerintahan sebagai teknis kecamatan sudah mempersiapkan, namun mendadak suasana covid-19, jadi kata pak Camat Menunda dan kami disuruh menyampaikannya, namun dari pihak warga ataupun mahasiswa merasa tidak puas, kami datang dan kami pertemukan sesuai dari perintah pak Camat”.
“Dan Alhamdulillah semua pihak menyadari demi pelayanan publik agar tidak terganggu, dan Inshaa Allah setelah situasi normal kami akan adakan pertemuan kembali,” Ujar Masnur.
Menurut beberapa orang yang ikut aksi damai atas nama warga Desa Ngaso Mengatakan “Ini kekesalan masyarakat dari minggu yang lalu ada kesepakatan dari pihak kecamatan bahwasannya akan dilakukan mediasi pada hari rabu.
Kemudian masyarakat, datang sesuai undangan dari pihak kecamatan namun penundaan itu tidak ada pemberitahuan melalui surat, cuma hanya pemberitahuan melalui media sosial Facebook dan sebagainya jadi masyarakat sudah datang dari pukul 08.00 Wib, hingga pukul 10.00 Wib tidak ada kejelasan, ini spontanitas aksi ini, tapi dengan catatan tidak ada merusak dan anarkis”.
“Permasalahan yang ada di desa Ngaso yaitu tentang transparansi anggaran di Desa Ngaso, Pendapatan Desa, dan kemudian bantuan yang diberikan oleh pihak perusahaan yang berbentuk CSR itu tidak ada transparansi pemberian kepada masyarakat, berikanlah bantuan itu kepada masyarakat” Paparnya lagi.
“Kemudian tidak adanya sportifitas dari seorang pimpinan, Pimpinan memberikan pengumuman kepada masyarakat tidak boleh mudik, tapi beliau melanggar aturan itu, jadi tidak ada sportifitas,” Pungkasnya. (h.nst/Awi)

















Komentar