Warga dan sepeda motornya naik ojek rakit untuk keluar dari desa.
TANJUNG KUDU, MORALRIAU.COM – Jalan menuju ke Desa Persiapan Tanjung Kudu Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar sudah kedua kali dilanda banjir, masyarakat yang ingin keluar dari desa terpaksa naik ojek sampan, pompong atau rakit, karena jalan yang biasa dilewati terendam banjir.
Rini warga Tanjung Kudu mengatakan sejak PLTA Koto Panjang mengumumkan menambah bukaan pintu pelimpahan waduk masyarakat Tanjung Kudu terancam terisolir karena sudah dikelilingi banjir. Saat ini sebagian rumah warga sudah ada terendam banjir.
Sekarang, sebutnya bagi warga yang ingin keluar dari desa terpaksa naik sampan, pompong atau rakit.
“Sekali naik pompong saat ini untuk satu unit sepeda motor ongkosnya mencapai Rp50 ribu,” katanya, senin (1/1/2024) sore.
Lanjut dia, saat ini kalau tak ada keperluan urgent (mendesak), tak sanggup bepergian mengingat besarnya biaya yang harus dikeluarkan.
Dia berharap pemerintah Kabupaten Kampar maupun provinsi bisa memberi bantuan berupa pompong, sampam atau rakit untuk dapat dipakai oleh masyarakat sebagai ojek selama banjir melanda.
Dikatakan, kalau banjir ini berlangsung lama selain membutuhkan bantuan sembako, warga Tanjung Kudu juga membutuhkan bantuan berupa alat transportasi air yang bisa mengangkut warga keluar masuk desa.
“Kasian warga yang bekerja diluar desa dan anak-anak sekolah. Kalau sekali naik pompong Rp50 ribu, pulang pergi bisa Rp100 ribu,” ujarnya. (Wir)







Komentar