KUALU, MORALRIAU.COM – Masyarakat Tanjung Kudu Desa Kualu Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar meragukan pembangunan jalan lingkungan di kampunya bisa dilanjutkan kembali. Buktinya jalan yang dikerjakan pada tahun 2017 silam, saat ini masih terbengkalai dan sudah menjadi semak belukar.
Masyarakat ingin sekali merasakan jalan lingkungan secepatnya. Mereka dengan suka rela menghibahkan tanah dan mengorbankan tanaman untuk sebuah pembangunan jalan yang diimpikan” kata warga Tanjung Kudu kepada Moralriau.com
Menurut warga, mestinya pembangunan jalan lingkungan, pihak desa perencanaannya harus matang, jangan sekedar pembentukan badan jalan saja, lalu dibiarkan terbengkalai bertahu-tahun seperti ini.
Sementara itu, Ketua Harian Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indobesia (Apdesi), Herman Yahya menghimbau agar semua Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Kampar transparan dan tidak kaku dalam berkomunikasi dengan semua pihak.

Ia berharap, Kades mempublikasikan semua program-programnya ke masyarakat agar masyarakat paham dan tahu peruntukan Dana Desa (DD).
“Kades Kualu diharapkan untuk melanjutkan jalan lingkungan di Tanjung Kudu yang sudah 3 tahun terbengkali, masyarakat sudah menghibahkan tanah mengorbankan tanaman,” ujar Herman Yahya kepada Moralriau.com di Pekanbaru, Selasa (11/2).
Lanjut Yahya, Kades harus transparan dalam mengelola Dana Desa untuk menjaga akuntabilitas yang telah dipercayakan sebagai pemimpin desa.
Mantan Kades Kualu Nenas itu, menjelaskan, Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) bukan untuk mensejahterahkan Kades tetapi untuk masyarakat melalui pembangunan dan program kerja yang menyentuh langsung kepada masyarakat.
Dia meminta seorang kepala desa bertanggungjawab kepada masyarakat dalam menjalankan program desa. Seorang Kades diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa, guna peningkatan kesejahteraan masyarakat desa tersebut. (Mrc)












Komentar