Heboh, Belasan Siswa SD Diduga Dicabuli Oknum Kepsek

SIAK, MORALRIAU.COM – Selasa (26/2/2019) malam, masyarakat Kampung Buana Makmur Kecamatan Dayun mendadak heboh. Pasalnya terungkap anak-anak yang mengenyam pendidikan di SDN 12 kampung tersebut diduga mendapat perlakuan tak senonoh dari oknum Kepala Sekolahnya.

Alhasil, orang tua membawa anak mereka diduga korban mendatangi Mapolres Siak membuat laporan. Menurut informasi yang dirangkum Riau Pos Selasa malam, dugaan pencabulan dilakukan oknum kepala sekolah berinisial DM.
Dua tahun berjalan menjabat, diduga belasan siswa jadi korban pelecehan. Mulai dari meraba kemaluan siswa hingga meminta siswa yang rata-rata diduga korban adalah pria tersebut untuk melakukan Oral Sex.
 “Punya (kemaluan, red) saya dipegang-pegang juga, saat mandi di kolam renang,” kata salah seorang murid, yang diduga menjadi korban pencabulan saat ditemui di parkiran luar Mapolres Siak.
 Pelajar kelas enam tersebut tampak enggan memberikan penjelasan. Didampingi orang tuanya, Ia terburu-buru ingin naik ke motor untuk meninggalkan Mapolres Siak. Menurutnya kejadian yang dialaminya setahun lalu, saat masih duduk di kelas 5.
Semenatara itu, satu dari belasan orang tua dari korban yang ditemui saat hendak kembali ke rumah malam tadi. Mengatakan bersama beberapa orang tua murid diduga korban pencabulan memang sengaja melaporkan kejadian tersebut ke pihak Polres Siak.
“Korbannya semuanya lelaki, termasuk anak saya, namun saat itu anak saya berontak dan berhasil melepaskan diri,” kata orang tua diduga korban pencabulan tersebut, seperti dilansir Riaupos. Selain di kolam renang, menurut informasi, oknum Kepsek tersebut juga melakukan pencabulan di area sekolah.
 Semenatara itu, Kapolres Siak AKBP Ahmad David melalui Kasat Reskrim AKP Faizal Ramzani membenarkan terkait laporan tersebut, pihaknya telah menerima laporan diduga korban pencabutan oleh oknum kepsek tersebut.
 “Saat ini, kami sedang melakukan pemeriksaan saksi, untuk keterangan selanjutnya, akan kami informasikan lagi. Memang ada belasan orang tua siswa yang datang,” singkat Kasat Reskrim. (*)