oleh

Din Syamsuddin Minta SKB Tiga Menteri Soal Seragam Sekolah Dicabut

MORALRIAU.COM – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2014-2015, Din Syamsudin meminta pemerintah untuk merevisi atau mencabut Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri soal pelarangan aturan seragam kekhususan agama tertentu di lingkungan sekolah. Menurutnya, SKB tersebut tidak bersifat darurat.

“SKB 3 Menteri tentang pakaian sekolah ini tidak relevan, tidak urgen, tidak signifikan maka ia adalah kebijakan yang tidak bijak, kebijakan yang tidak sensitif terhadap realitas. Oleh karena itu perlu sekali untuk di hilangkan, dicabut, ditarik atau saran moderat untuk direvisi agar tidak menyimpang dari nilai-nilai dasar dan nilai-nilai budaya di Indonesia,” ujar Din dalam diskusi daring bertema “SKB Tiga Menteri Untuk Apa?” Rabu (17/2).

Dia berpandangan, SKB itu terkesan mempunyai semangat menghambat pengamalan Pancasila dalam bermasyarakat. Terutamanya sila pertama, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Maka SKB ini terkesan menghalangi dan menghambat pengamalan Pancasila dan pesan dari UUD 1945 dari pasal 29 tadi, khususnya kebebasan beragama dan beribadah,” tambahnya mengkutip dari jawapos.

Din juga menuturkan, dari sisi legalnya, SKB itu terdapat masalah. Seperti pada pasal 29 ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945), disebutkan bahwa Indonesia merupakan negara berdasarkan Ketuhanan. Namun, di SKB malah melarang aturan menyangkut penerapan ajaran agama di sekolah.

“Baik dari aspek legal formal konstitusional SKB itu menyandang masalah dalam darinya. Karena jelas Pancasila dengan sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, dipertegas oleh ayat 1 pasal 29 (UUD 1945) negara berdasarkan Ketuhanan dan lebih lanjut memberi kebebasan bagi warga negara untuk beragama dan menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya itu,” tambahnya.

Seperti diketahui, SKB Tiga Menteri ini ditekan oleh Mendikbud, Mendagri dan Menag pada 3 Februari 2021. Hal tersebut merespon kasus intoleransi yang terdapat di SMKN 2 Padang, yakni memaksa siswi non muslim mengebakan jilbab. (*)

Komentar

News Feed