Ayat Cahyadi
PEKANBARU, MORALRIAU.COM – Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Provinsi Riau, Ayat Cahyadi, mendorong pemerintah daerah bersama instansi terkait mengambil langkah konkret untuk mencegah perilaku seksual berisiko di kalangan pelajar, mahasiswa, dan kelompok usia produktif di Riau.
Menurut Ayat, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius karena berpotensi berdampak terhadap kesehatan, perkembangan sosial, serta kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa depan. Karena itu, penanganannya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, keluarga, lembaga pendidikan, hingga masyarakat.
“Yang lebih memprihatinkan, ini juga menyasar pelajar, mahasiswa, dan usia-usia produktif. Ini tentu harus menjadi perhatian serius,” ujar Ayat Cahyadi, Rabu (21/10/2026).
Ia menilai, upaya pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan peran orang tua dan sekolah. Diperlukan kebijakan yang terarah, edukasi berkelanjutan, serta dukungan regulasi yang dapat menjadi landasan bagi pelaksanaan program perlindungan generasi muda.
Salah satu langkah yang perlu dikaji, kata Ayat, adalah penyusunan regulasi daerah yang berfokus pada perlindungan sosial dan kesehatan generasi muda. Regulasi tersebut harus disusun berdasarkan kajian akademis yang komprehensif serta mengacu pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Dengan demikian, kebijakan yang dihasilkan diharapkan memiliki landasan hukum yang kuat, tepat sasaran, dan dapat diterapkan secara efektif. Penyusunannya juga perlu memperhatikan aspek perlindungan anak, kesehatan masyarakat, serta hak-hak individu agar pelaksanaannya tidak menimbulkan persoalan hukum maupun penafsiran yang berbeda.
Selain melalui regulasi, Ayat menekankan pentingnya memperkuat edukasi di lingkungan pendidikan. Pelajar dan mahasiswa perlu mendapatkan informasi yang benar mengenai kesehatan reproduksi, risiko perilaku seksual yang tidak aman, serta pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan diri.
Peran orang tua, tenaga pendidik, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan juga dinilai sangat penting dalam membangun pemahaman serta membentuk lingkungan sosial yang mendukung tumbuh kembang generasi muda.
Di tengah derasnya arus informasi digital, pendampingan dan komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak perlu terus diperkuat. Pendekatan edukatif dan persuasif dinilai penting agar generasi muda mampu memahami risiko, mengambil keputusan secara bertanggung jawab, serta terhindar dari dampak negatif perilaku berisiko.
Ayat berharap Pemerintah Provinsi Riau bersama seluruh pemangku kepentingan dapat menindaklanjuti persoalan tersebut melalui program pencegahan yang terencana dan berkelanjutan.
Ia menegaskan, perlindungan generasi muda merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi antara pemerintah, keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang sehat, aman, serta mendukung peningkatan kualitas generasi muda di Provinsi Riau. (***)







Komentar