INDRAGIRIHILIR.MORALRIAU.COM – Anggota LSM 1001 di Kabupaten Indragiri Hilir, Saharan membeberkan pembangunan Wisata Alam yang Berlokasi di Desa Sungai Arah Kecamatan Kempas Jaya Inhil, yang menggunakan Anggaran Dana Desa diduga tidak bermanfaat dan mubazir.
Mirisnya bangunan tersebut hingga kini masih sepi dan tidak ada para pengunjung yang datang kelokasi Wisata.
“Diduga ketika melaksanakan pembanguna wisata tersebut tidak tepat sasaran,” ucap Saharan.
Ditambahkan Saharan, seharus nya penggunaan Dana Desa harus sesuai peraturan yang tertuang pada peraturan pengguna Desa dengan tepat.
“Kita diminta kepada Insfektorat untuk mengaudit pengguna anggaran desa Sungai Arah,” pintanya.
Hal senada juga dikatakan Zippo, anggota LSM 1001 Parit, dia menyayangkan penggunaan dana desa desa Sungai Arah, kurang tepat sasaran.
“Saya selaku LSM berharap untuk ke depannya APBD itu gunakanlah dengan sebaik baiknya sesuai dengan keadaan lingkungan desa,” singkat Zippo.
Anton Selaku Koordinator lapangan Lembaga Swadaya Masyarakat (Korlap LSM) 1001 Parit Inhil, juga mengatakan, sebenarnya setiap pembangunan untuk desa dengan tujuan mesejahterakan masyarakat.
Lanjutnya, wisata yang diberi nama Muara Jaya di desa Sungai Ara, beliau sangat mendukung, karena perlu ketahui di kabupaten Indragiri Hilir, sangat minim tempat rekreasi yang bersifat untuk bertujuan membangun perekonomian masyarakat.
Namun jika itu kurang bermanfaat, alangkah baiknya Kepala desa memikirkan pembangunan yang mengarah kesejahteraan masyarakat,” pungkas Anton.
Konfirmasi terpisah, Kepala Desa Sungai Ara HM. Fauzi mengatakan, kalau bertanya silahkan ke BUMDes saja, karena dalam hal ini bukan ke Kepala desa, apa lagi mengenai lebar lahan yang sudah dibangun, entah berapa ukuran lokasinya, dan pembangunan ini sudah di audit oleh dinas terkait.
Ridwan, selaku Sekretaris BUMDes ketika diwawancara, Wartawan, dia mengatakan Wisata Muara Jaya telah dibangun sejak bulan Maret 2019, namun difungsikan hanya kurang lebih tiga bulan.
Di karena pada tahun 2021 pandemi Covid 19 hingga sekarang tidak sesuai sebagaimana yang diharapkan, kalau dahulu khalayak Ramai banyak berkunjung, sehingga masyarkat disini bisa berjualan.
“Kami juga menyediakan permainan anak anak, disitulah kami dapat membantu pendapatan masyarakat, mengenai tentang lokasi, yaitu seluas dua Hektar, surat izin sudah lengkap, sehingga kami saat itu bisa membangun Wisata ini, mudah mudahan kedepannya ini bisa dimanfaatkan sesuai dengan harapan kita,” ujarnya.
TIM.MR : ROL
