PEKANBARU, MORALRIAU.COM – Akhir-akhir ini pemerasan dengan modus video call mesum marak terjadi. Peristiwa ini banyak menimpa kaum hawa. Karena itu, jika tak ingin menjadi korban, hati-hati mengangkat video call dari nomor yang tidak dikenal.
Modusnya, si pelaku akan melakukan video call ke nomor korban. Saat korban menjawab, pelaku langsung mengarahkan kamera handphonenya ke kemaluannya sendiri. Dengan begitu, di layar hanphone pelaku akan terlihat gambar korban dan gambar kemaluan pelaku.
Nah, pada saat itu pelaku akan men-screenshot tampilan layar handphonenya. Dengan begitu, seolah-olah korban melakukan video call mesum dengan pelaku.
Lalu pelaku akan memeras korban. Jika kemauannya tidak dituruti, pelaku akan mengancam akan menyebar gambar yang discreenshotnya tersebut.
Seperti yang dialami salah seorang mahasiswi UIN Suska Riau, Firda Amini. Beberapa waktu lalu ia dihubungi salah satu nomor via video call WhatsApp. Saat diangkat, si penelopon menunjukkan gambar kemaluannya sendiri.
Dikutip dari cakaplah, Firda langsung memutuskan panggilan tersebut sebelum pelaku sempat men-screenshot gambar. Ia tahu modus tersebut karena pernah membaca di media bahwa ada pemerasan dengan video call mesum.
“Setelah diangkat ternyata benar ada seorang laki-laki sedang menunjukkan kemaluannya. Karena sudah tahu dengan kasus seperti itu, saya langsung putuskan panggilannya. Saya baca di media pemerasan seperti itu banyak terjadi. Hati-hati,” ujarnya.
Si pelaku berulang kali menelpon lagi, tapi diabaikan Firda. “Hati-hati kalau menerima video call dari nomor yang tak dikenal. Banyak kejadian seperti itu. Saya juga baca di media,” katanya. (*)
