Warga Sekitar Kaget Ada Rumah yang Digerebek Karena Diduga Tempat LGBT

PEKANBARU, MORALRIAU.COM – Ramainya orang yang mendatangi rumah yang dijadikan sekretariat oleh Opsi Riau ternyata mengagetkan warga sekitar. Kedatangan Anggota DPRD Pekanbaru, kepolisian hingga ormas membuat warga heran. Pasalnya selama ini tidak banyak aktivitas yang terjadi di rumah yang berada di Jalan Uka, Tampan, tersebut.

Seperti kata Ketua RT 02 RW 03 Kelurahan Air Putih, Supriadi, bahwa berdasarkan pengetahuan warga, organisasi tersebut merupakan organisasi pembinaan. Perwakilannya juga sudah mendatangi rumahnya untuk bersilaturahmi dan meminta izin pada tahun 2017 yang lalu.

“Mereka sudah datang kepada saya. Meminta izin lokasi sekretariat mereka untuk keperluan izin ke Kesbangpol. Tapi sampai sekarang saya belum pernah lihat izinnya,” kata Supriadi pada Selasa (15/1/2019).

Supriadi juga mengatakan bahwa warga sekitar selalu memantau aktivitas di rumah tersebut. Sejauh ini memang tidak ada yang mencolok. Bahkan sempat dianggap vakum karena minimnya kegiatan.

“Tapi saya tadi kaget karena ada anggota dewan yang datang gerebek. Tahunya dari kelurahan,” sebut Supriadi lagi.

Supriadi juga mengakui bahwa pemilik rumah tersebut pernah menyatakan bahwa dirinya mantan LGBT. Oleh sebab itu, organisasi ini ingin mengajak dan membina rekan-rekannya yang masih LGBT.

“Tapi sejauh ini memang tidak ada aktivitas. Jadi kami kaget dengan adanya penggerebekan ini,” ujarnya.

Seperti yang diketahui, bahwa siang tadi Sekretariat Opsi Riau didatangi oleh sejumlah pihak karena diduga organisasi LGBT. Orang yang tinggal di rumah tersebut juga diperiksa oleh polisi untuk dimintai keterangan. Dari kedatangan pihak-pihak tersebut, seluruhnya menolak keberadaan organisasi LGBT untuk diakui di Pekanbaru dan Riau.

Sementara itu pihak Opsi Riau mengaku bahwa aktivitas di organisasinya murni penyuluhan tentang HIV dan AIDS. Penyuluhan ini ditargetkan kepada mereka yang rentan seperti LGBT dan juga kelompok marginal.

“HIV AIDS di masyarakat masih tabu, makanya ini jadi dilema bagi kami,” ujar Ruli Ramadhani selaku pengurus Opsi Riau.

Ruli mengatakan bahwa untuk kegiatan penyuluhan, biasanya dilakukan di tempat umum. Seperti di cafe dan sebagainya. Sedangkan di rumah yang dijadikan sekretariat hanya untuk pengurus saja.

Untuk informasi kegiatan sendiri, Opsi Riau biasa menggunakan broadcast di Facebook resmi mereka. Anggota mereka juga memiliki latar belakang yang bervariasi.

“Untuk jumlah anggota kita tidak tetap karena ada yang keluar masuk. Saat ini sekitar 15-20 orang,” pungkas Ruli.

 

 

Sumber cakaplah