Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Persada Bunda Indonesia (UPBI), Dr. Hj. Agustin Basriani, S.E., M.M.menyerahkan sertifikat kepada Hari Jummaulana, S.I.Kom., M.I.Kom.
PEKANBARU, MORALRIAU.COM – Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Persada Bunda Indonesia (UPBI), Dr. Hj. Agustin Basriani, S.E., M.M., mengapresiasi pelaksanaan Seminar Personality Development and Soft Skill di Era Gen Z yang digelar oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) sebagai implementasi mata kuliah Event Organizer (EO).
Menurut Agustin, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa proses pembelajaran di perguruan tinggi tidak hanya berfokus pada teori di dalam kelas, tetapi juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman nyata melalui praktik langsung di lapangan.
“Pelaksanaan seminar ini sangat luar biasa karena merupakan implementasi dari mata kuliah Event Organizer. Mahasiswa tidak hanya menerima teori di ruang kuliah, tetapi juga terlibat langsung dalam penyelenggaraan kegiatan sehingga mendapatkan pengalaman yang nyata,” ujarnya saat dikonfirmasi terpisah melalui sambungan WhatsApp, Sabtu (6/6/2026).
Ia menilai keterlibatan mahasiswa sebagai penyelenggara seminar mampu memberikan wawasan dan pengalaman berharga dalam mengembangkan kompetensi. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa belajar mengelola sebuah acara mulai dari tahap perencanaan, koordinasi, hingga pelaksanaan.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja. Bahkan, bukan tidak mungkin pengalaman yang diperoleh selama perkuliahan dapat menjadi dasar bagi mahasiswa untuk menekuni profesi di bidang event organizer setelah lulus.
Selain itu, Agustin menegaskan bahwa penguasaan soft skill menjadi aspek yang tidak kalah penting dibandingkan kemampuan akademik atau hard skill. Kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, memimpin, serta beradaptasi dinilai menjadi faktor pendukung keberhasilan seseorang dalam dunia profesional.
“Sehebat apa pun kemampuan akademik seseorang, tetap harus didukung oleh soft skill yang baik. Karena itu, mahasiswa perlu terus mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan dan kerjasama sebagai modal menghadapi persaingan dunia kerja,” katanya.
Di era transformasi digital saat ini, lanjut Agustin, mahasiswa juga dituntut memiliki literasi digital yang memadai. Sebagai generasi yang hidup di tengah perkembangan teknologi, mahasiswa harus mampu memahami dan memanfaatkan berbagai platform digital secara bijak dan produktif.
“Generasi Z harus melek digital dan mampu mengikuti perkembangan teknologi. Kemampuan tersebut akan menjadi nilai tambah yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja yang semakin kompetitif,” jelasnya.
Agustin berharap kegiatan berbasis praktik seperti seminar tersebut dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari proses pembelajaran di lingkungan kampus. Dengan demikian, lulusan UPBI tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga pengalaman, keterampilan dan kesiapan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan dunia kerja di masa mendatang.
“Kami berharap mahasiswa memiliki bekal yang kuat sebelum lulus, baik dari sisi akademik maupun pengalaman lapangan, sehingga mampu bersaing dan berkontribusi di dunia kerja maupun masyarakat,” tutupnya. (Rls)







Komentar