TAPUNG, MORALRIAU.COM – Sebanyak 402 santri PDTA se-Kabupaten Kampar mengikuti upacara pembukaan Porsadin, pekan olah raga diniyah ke-3, di halaman Kantor Camat Tapung, Minggu (31-3-2019).
Dalam upacara tersebut dihadiri oleh Bupati Kampar H. Sugeng Santoso, SH, diwakili oleh Kepala Bidang Pendidikan Nandang Suepna MPd, Ketua FKDT Kampar, Samsul Hidayat SPd, Dewan Pembina FKDT Kampar, Nur Zabri, SE, Dewan pembina FKDT Provinsi, Kepala Urusun Agama Kampar diwakili oleh Kadis Ponstren Muhammad. Ali, MSi, Ketua FKDT se Kampar, Kepala MDTA beserta dewan guru.
Dalam sambutannya Ketua FKDT Kabupaten kampar, Samsul Hidayat SPd, mengucapkan terima kasih kepada seluruh ketua FKDT yang telah menyumbangkan moral maupun materil atas terlaksananya kegiatan Porsadin ke-3 di Tapung dan juga kepada Ketua FKDT Tapung Khairudin MPd yang telah mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah kali ini.
Kemudian Samsul Hidayat juga mohon maaf kepada bupati yang mana persiapan Porsadin kali ini tidak maksimal.
Namun demikian ditunjuknya Kecamatan Tapung menjadi tuan rumah suatu penghargaan yang mana pada Porsadin tingkat nasional di Parsuruan Jawa Timur 2017 yang lalu putra/i Tapung berhasil membawa nama baik kampar dengan menyumbangkan medali perak dan perunggu di cabang Murotal Waimlak dan Tahfiz jus 30 Muhammad Fahri Agustian dan Gina Raudatul Jannah.
“Itulah alasan Tapung dijadikan tuan rumah,” ungkapnya.
Selain itu, Dayat juga mengusulkan anak anak harus mempunyai ijazah MDA memasuki Sekolah Menengah Pertama (SMP) serta mengusulkan gaji guru MDA yang hanya 350 perbulan dinaikan lagi.
“Dengan adanya usulan seperti ini gaji guru MDA bisa mencapai 500.000 perorangnya dan juga diterima setiap bulannya selama 12 bulan per tahunnya,” harapnya.
Dayat juga mengatakan pada porsadin ke-3 ini dari 21 kecamatan yang ada hanya 19 kecamatan yang ikut.
Sementara jumlah MDA se Kabupaten Kampar terdiri dari 450 MDA dengan 3 ribu tenaga pengajar.
Dayat juga berpesan kepada peserta dan juga oficial agar menjaga kekompakan dan kesatuan antar MDA, jadikanlah ajang ini sebagai silaturrahmi dan jangan jadikan ini sebagai permusuhan karna MDA ini satu induk yaitu FKDT Kampar.
Tujuan ajang ini diadakan menguji kemampuan anak dalam berolah raga dan seni karna iven ini sama halnya dengan O2SN/FLS2N Tingkat sekolah dasar, bagi yang berprestasi akan mewakili Kampar tingkat Provinsi di dumai, kemudian ketingkat nasional di Bangka Belitung.
Dayat menambahkan tentang lomba yang diikuti santri sebanyak 12 perlombaan yakni bulu tangkis, tenis meja ,atletik, pidato bahasa arab, pidato B. Indonesia, Murotal Waimlak, Puisi Islami, Tilawah, Tahfizd, Kaligrafi.
“Mudah mudahan dengan adanya ajang ini Kampar bisa bersaing ditingkat Provinsi dan nasional,” ungkapnya.
Kemudian dari itu juga pembina FKDT Kabupaten Kampar Nur Zabri, SE memberi motifasi kepada seluruh peserta bagi yang mendapat medali emas tingkat nasional mendatang akan umroh gratis anak, serta dewan pembina.
Zabri mengatakan akan mengusahakan bantuan setiap MDA yang berada di Kampar sepuluh juta per MDA, beserta gaji guru MDA yang awalnya 350 menjadi 500.000per orang.
Kemudian Kabid Dikdas juga akan mengusahakan memberi tembusan kepada bupati Kampar apa yang telah diprogramkan oleh ketua FKDT beserta dewan pembina.
“Dengan sudah terbentuknya program tersebut mudah mudahan bupati kampar menganggarkan kegiatan Porsadin kedepannya serta gaji guru MDA,” ungkapnya. (yufri)
