Tren CPO Tertekan Perang Dagang AS-China

PEKANBARU, MORALRIAU.COM – Harga Crude Palm Oil (CPO) dunia diperkirakan masih akan tertekan dengan semakin meningkatnya tekanan sentimen negatif terhadap produk tersebut.

“Secara fundamental harga CPO masih tertekan akibat jumlah permintaan yang menurun, salah satunya dari rencana Uni Eropa yang berencana mengganti konsumsi minyak kelapa sawitnya,” kata Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau, Tengku Neni Mega Ayu di Pekanbaru, Rabu (15/5/2019).

Ditambah lagi, keputusan Presiden AS, Donald Trump yang menaikkan bea impor produk China sebesar 25 persen telah memanaskan perang dagang AS-China.

“Yang mana, perang dagang antara AS dan China ini juga ikut menekan harga CPO dunia,” tuturnya.

Akibatnya, harga tandan buah segar (TBS) penetapan periode 15-21 Mei 2019, kembali mengalami penurunan pada setiap kelompok umur kelapa sawit dengan jumlah penurunan terbesar dialami oleh kelompok umur 10-20 tahun sebesar Rp52,93 per kilogram.

“Pekan ini masih terjadi penurunan harga, bahkan mencapai 3,69 persen dari harga minggu lalu. Sehingga harga TBS periode saat ini menjadi Rp1.381,1 per kilogram,” ulasnya. (mcr)

Komentar