MORALRIAU.COM – Elemen buruh terus menyuarakan penolakan kepada Omnibus Law Cipta Kerja. Dalam unjuk rasa peringatan Hari Buruh Dunia atau May Day di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat, hal itu juga yang menjadi topik utama orasi.
Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea mengatakan, perwakilan buruh telah menemui Mahkamah Konstitusi (MK). Mereka meminta agar MK memutus gugatan terhadap Omnibus Law Cipta Kerja ini secara adil.
“Kami meminta kepada MK agar membuat putusan yang adil karwna kami berharap ketika kami ajukan gugatan UU Cipta Kerja ke MK kami percaya MK menjadi benteng pengadilan akhir di konstitusi tanah air,” kata Andi di lokasi unjuk rasa, Sabtu (1/5).
Andi menilai, putusan MK akan beresiko besar kalau tidak berimbang dan tidak adil. Oleh karena itu, buruh berharap MK berpihak kepada kaum buruh.
“Kami ingatkan MK melakukan sidang dengan baik dari kajian yang sudah kami lakukan. Kami sangat yakin MK akan berpihak kepada kebenaran,” jelasnya.
Sementara itu, Presiden KSPI Said Iqbal menambahkan, elemen buruh akan terus melakukan aksi massa. Terutama dalam mengawal gugatan Omnibus Law Cipta Kerja di MK.
“Penolakan kepada UU Cipta Kerja meluas dan masif. 7 Gubernur menolak. Gubernur Jabar, Jakarta, Sumbar, hampir 50 Bupati/Walikota menolak ini secara meluas, komponen bangsa Indonesia dan buruh ini menolak,” pungkasnya.
Sumber jawapos












Komentar