oleh

Tancap Gas Lawan Luhut, Haris Azhar: Semua Aktivis Bisa Dipenjara Kalau Tidak !

MORALRIAU.COM – Pelaporan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, yang terus berproses di Polda Metro Jaya tak membuat gentar Direktur Lokataru Haris Azhar sebagai Pelaporan terhadap Haris Azhar, Fatia Maulidiyanti, Fatia Maulidiyanti, dugaan permainan dalam bisnis tambang ini sekaligus yang disebut Luhut.

Ketika kritik dari aktivis dan masyarakat sipil dipidanakan oleh penguasa, tak ayal publik semakin takut jika mengemukakan pendapat. Bukan tidak mungkin, semua yang mengkritik pemerintah bisa mencari bui.

“Semua pindah ke penjara (kalau para aktivis mengkritik),” kata Haris Azhar saat berbicara dengan Kantor Berita Politik RMOL sewaktu-waktu lalu di Jakarta, Sabtu (27/11).

Namun demikian, Haris Azhar sama sekali tidak gentar menghadapi Luhut hanya karena mengemukan pendapatnya di negara demokrasi seperti Indonesia ini.

Ia mengaku siap bertarung data dan argumen di persidangan nanti.

Sementara itu, Luhut bersikukuh memilih melanjutkan proses hukum kasus ini, setelah beberapa kali gagal mediasi dengan Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti. Dengan begitu, kasus dugaan dugaan nama baik dirinya masih bergulir di Polda Metro Jaya.

“Singkatnya, saya siap jika kebebasan berekspresi saya dipidanakan,” demikian Haris Azhar menutup.

Haris dan Fatia sebagai terlapor sudah diperiksa penyidik ​​Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Haris dimintai keterangan pada Senin (22/11), sedangkan Fatia diperiksa pada Selasa (23/11) lalu.

Haris dan Fatia mengaku siap menghadapi Luhut. Keduanya mengaku memiliki sejumlah alat bukti yang cukup dan siap menghadapi pertarungan nanti.

Sengketa Luhut Binsar Pandjaitan dengan Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti yang memicu tudingan permainan dalam bisnis tambang di Papua ini bahkan dibawa sampai ke Persatuan Bangsa Bangsa (PBB).

Special Procedure Mandate Holders (SPMH) United Nations Special Rapporteur atau Pelapor Khusus HAM-PBB pada 20 Oktober 2021 mengirimkan surat Komunikasi Bersama/Joint Communication (JC) kepada Pemerintah Indonesia.

Dalam suratnya, mereka meminta klarifikasi dari Pemerintah Indonesia terhadap adanya dugaan pelecehan terhadap Fatia Maulidiyanti dan Haris Azhar melalui pengiriman dua somasi oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Panjaitan.  (Rmol)

 

Komentar

News Feed