Kantor Sinas Mas di Pekanbaru.
PEKANBARU, MORALRIAU.COM – Dugaan pencemaran limbah di Sungai Tapung yang disebut-sebut berkaitan dengan aktivitas perusahaan Sinar Mas menuai sorotan. Pasalnya, peristiwa ini diduga menyebabkan kematian ikan secara massal di Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, pada 1 April 2026.
Peristiwa tersebut terjadi di tiga desa, yakni Desa Kota Garo, Desa Kota Aman, dan Desa Sekijang. Tidak hanya ikan liar, ikan budidaya milik petani keramba juga ikut terdampak.
Kerugian yang ditimbulkan pun tidak sedikit. Para petani memperkirakan jumlah ikan yang mati mencapai belasan hingga ribuan ton, sehingga berdampak langsung terhadap mata pencaharian masyarakat setempat.
Sejumlah warga menduga pencemaran berasal dari aliran limbah yang masuk ke Sungai Tapung. Namun hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan terkait dugaan tersebut.
Tim Moralriau.com telah berupaya melakukan konfirmasi dengan mendatangi kantor perusahaan Sinar Mas di Pekanbaru. Namun, tidak ditemukan papan nama atau identitas resmi perusahaan di lokasi, sehingga menimbulkan pertanyaan terkait keterbukaan informasi publik.
Saat dikonfirmasi, petugas keamanan menyampaikan bahwa kunjungan tidak dapat dilakukan tanpa janji terlebih dahulu. Meski demikian, setelah dijelaskan untuk kepentingan pemberitaan, petugas mencoba menghubungi pihak internal.
“Humasnya keluar semua, Pak,” ujar petugas keamanan, Senin (6/4/2026).
Upaya untuk mendapatkan kontak humas juga tidak membuahkan hasil. Petugas mengaku tidak memiliki akses terhadap pihak yang berwenang memberikan keterangan.
“Tidak ada humas di sini, Pak. Di sini hanya bagian lapangan,” tambahnya.
Seorang pegawai di lokasi bahkan menyebut bahwa kantor tersebut tidak memiliki perwakilan humas, dan menyarankan agar konfirmasi dilakukan langsung ke wilayah operasional perusahaan di Kabupaten Kampar.
Kondisi ini semakin menyulitkan upaya konfirmasi dan menimbulkan kesan tertutupnya akses informasi dari pihak perusahaan di tengah isu lingkungan yang berdampak luas bagi masyarakat.
Berdasarkan keterangan sejumlah warga di sekitar lokasi, terdapat beberapa perusahaan yang aktivitasnya berada di kawasan tersebut, di antaranya PT Nagamas Agro Mulia dan PT Naga Sakti. Selain itu, terdapat pula perusahaan lain dalam satu grup, yakni PT Buana Wira Lestari Mas (BWL) yang beroperasi di wilayah Sei Kijang, Tapung Hilir Kab Kampar.
Hingga berita ini diterbitkan, Moralriau.com masih terus berupaya mendapatkan klarifikasi resmi dari pihak perusahaan serta pihak terkait lainnya, termasuk instansi pemerintah. (Wir)








Komentar