Soal People Power, Amien Rais: Jangan Sampai, Please!

JAKARTA, MORALRIAU.COM – Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional atau PAN, Amien Rais menjanjikan terjadinya sebuah pemberontakan sosial, jika lembaga pelaksana Pemilu, yakni Komisi Pemilihan Umum terbukti melakukan kecurangan yang menguntungkan pihak tertentu.

Menurut tokoh Reformasi ini, pemberontakan sosial merupakan upaya rakyat menunjukkan kedaulatannya (people’s power), apabila masalah-masalah terkait daftar pemilih tunggal (DPT), tak kunjung dituntaskan menjelang pemungutan suara.

“Saya katakan, awas lho. Kalau rakyat merasa ada pengibulan, secara masif, terukur, dan sistematis, kesimpulannya bahwa terjadi election fraud atau DPT palsu, itu berarti tidak usah dipakai lagi. Kalau begitu, kan berarti terjadi social revolt,” ujar Amien di Hotel MidPlaza Ayana, Jakarta, dikutip dari viva Senin 1 April 2019.

Amien menyampaikan, ia sendiri merasa gusar, karena banyaknya bukti bahwa terjadi kecurangan dalam penyusunan DPT, tak kunjung ditindaklanjuti pemerintah. Ia menuding, lembaga-lembaga pemerintah, termasuk KPU sendiri, memang berupaya curang untuk memenangkan kandidat petahana.

“Saya gagal paham, mengapa temuan yang jelas-jelas tak terbantahkan dari teman-teman BPN (Badan Pemenangan Nasional), oleh (pakar IT BPN) Mas Agus Maksum, dan teman-teman yang lain itu, cuma ditanggapi ‘iya akan’, ‘iya akan’ (ditindaklanjuti). Ini kan (pemungutan suara) dua minggu lagi,” ujar Amien.

Mantan Ketua MPR itu meminta, pemerintah segera menindaklanjuti secara serius semua dugaan kecurangan Pemilu. Sebab, kubu oposisi juga sedang tidak berupaya menyerang pemerintah, namun menginginkan terlaksananya pemilu yang demokratis.

“Jadi, jangan sampai lah (people’s power terjadi). Please. Ini pemungutan suara, tinggal berapa hari. (Data-data ganjil di DPT) di-erase (dihapus), dibersihkan, that’s it,” ujar Amien. (*)

Komentar