PEKANBARU, MORALRIAU.COM – Setiap menjelang tahun ajaran baru, dunia pendidikan selalu diwarnai dengan berbagai macam kekisruhan, termasuk dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), semestinya setiap tahun ajaran baru PPDB tanpa kisruh. Namun, kenyataan di lapangan, masih saja muncul persoalan lama selalu terulang.
Pertemuan ini langkah awal untuk merekap persoalan disetiap SMA/sederajat, sebelum mengadakan rapat kerja dengan Dinas Pendidikan dan melanjutkan pertemuan dengan Gubernur Riau, sehingga PPDB yang selalu ribut, makanya sebelum terulangnya fase itu, dicari jalan kerluarnya.
Demikian disampaikan Ketua Komisi V DPRD Riau Eddy A Mohd Yatim, S.sos, M.Si saat silaturrahmi dengan Kepala Sekolah (Kepsep) SMA/sederajat se- Kota Pekanbaru, Senin (9/3).
Tampak hadir anggota Komisi V DPRD Riau Ade Hartati Rahmad, M.Pd, Hj Sulastri. A S.Sos MH, Muhammad Aulia, Kasir ST, Hj. Mira Riza,. SH dan dr. Hj Arnita Sari.
Lanjut Eddy, berkat pertemuan ini, ternyata ada beberapa persoalan seperti prasarana sekolah, kurangnya sosialisasi ke masyarakat dan masalah zonasi.
Selama ini kata dia, persoalan titik lemah PPDB. Sistem zonasi, yang mana kepadatan penduduk tidak seimbang dengan sekolah yang ada di daerah tersebut.
“Sebagai contohnya, di Kecamatan Tampan penduduknya cukup padat, keberadan sekolah terbatas, artinya tidak seimbang, persoalan PPDB selama ini, tidak mendukunya keberadaan sekolah di suatu wilayah,” ujarnya.
Eddy mengakui tidak ada memegang data siswa lulusan SMP setiap tahun yang akan melanjutkan ke SMA/sederajat.
Misalnya, daya tampung suatu sekolah hanya 350 siswa. Sementara yang mendaftar 800 bahkan mencapai 1000 calon murid, karena kuota terbatas, calon siswa jadi terbuang.
“Usulan yang disampaikan oleh Kepala sekolah tadi, harus ada penambahan RKB atau unit sekolah baru,” ucapnya.
Terkadang siswa tempatan terkesan malas bahkan sampai dijemput ke rumahnya oleh pihak sekolah dengan sistim zonasi, hal tersebut menjadi bahan masukan juga.
“Kita bisa memperkirakan berapa kebutuhan ruang kelas dan banyak siswa yang akan melanjutkan ke SMA/sederajat, data ini yang belum ada dari Dinas Pendidikan Provinsi Riau,” ungkapnya. (Adv/wir)
