MERANTI, MORALRIAU.COM – Berdasarkan konferensi pers yang dilakukan oleh Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Kepulauan Meranti Dendy S.Kep didampingi dr. Bobby Raemy bersama awak media pada hari Rabu 3 Mei 2020 sekira pukul 17.00 di depan RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti.
Terkait masalah statement yang diposting di media sosial tentang pencatutan nama profesi perawat atas nama Salmah, oleh akun awaludin cool, padahal Salmah bukan tenaga medis perawat .
Dalam kesempatan itu Dendy, S.Kep sebagai Ketua Persatuan Perawat (PPNI) Kabupaten kepulauan Meranti menegaskan sangat menyesalkan dengan pernyataan pemilik akun yang bernama Awaludin tersebut.
Jadi tentang statement yang di tulis akun tersebut sudah termasuk pencemaran nama baik profesi perawat. Tapi kita minta Itikat baik dari pemilik akun Untuk meminta maaf kepada profesi perawat Khususnya. Jika tidak ada itikat baik, kita bisa saja membawanya ke ranah hukum .
Dengan hal ini tentunya membuat rekan-rekan perawat yang tergabung di dalam organisasi profesi tersebut agak geram, “kami harapkan pemilik akun tersebut meminta maaf dan kembali memposting ke media sosial agar memulihkan nama baik profesi perawat ini,” ujarnya.
Pada saat bersamaan Dokter Bobby Raemy mendampingi ketua PPNI, memberi pernyataan;
Ketua persatuan perawat ingin melindungi dan menjaga nama baik perawat, “saya mengajak masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial, tetap lah selalu beri dukungan ke tenaga ksehatan,” tukasnya.
Pada malam harinya, bertempat di sekretariat LSM Fortaran Jalan Budaya Kelurahan Selatpanjang Timur, diadakan pertemuan antara persatuan perawat kabupaten kepulauan Meranti, dengan Ketua LSM Fortaran dan beberapa Media.
Dendy, S.Kep sebagai ketua persatuan perawat kabupaten kepulauan Meranti menyampaikan kepada ketua LSM Budiman perihal kedatangan mereka ke sekretariat tersebut, ia hanya ingin meluruskan saja tidak menginginkan hal serupa terjadi lagi, dan tidak mau hal ini berlarut-larut.
“Kepada pemilik akun atas nama Awalaudin meminta maaf khusus kepada perawat serta kembali memposting kembali ke media sosial,” tutupnya.
Sebagai mediator antara persatuan perawat dan pihak Awaludin pada saat itu, dr Bobby menambahkan bahwa kedatangan mereka ke sekretariat tersebut hanya untuk meluruskan dan memulihkan kembali nama baik profesi perawat,” pungkasnya.
Diakhir perbincangan ketua LSM Fortaran, Budiman mewakili Awaludin anggota LSM nya menyampaikan permintaan maaf kepada persatauan perawat kabupaten kepulauan Meranti, dan memastikan bahwa hal ini tidak akan terulang lagi, dan Awaludin secara pribadi akan membuat pernyataan maaf kepada khususnya perawat serta diposting kembali kemedia sosial,” Ujarnya. (Tim)
