Setelah Proses Karantina 5 Hari, 600 Warga Bengkalis Berstatus ODP Sudah Dipulangkan

BEGKALIS, MORALRIAU.COM – Sebanyak 600 orang warga Bengkalis yang berstatus ODP sepulang dari Malaysia telah melakukan proses karantina yang dilakukan Pemerintah Bengkalis selama 5 hari sudah dipulangkan kerumahnya masing-masing.

Proses karantina yang dilakukan pemkab Bengkalis yang ditempatkan diberbagai tempat seperti di bumi perkemahan desa Kelepapati, digedung Diklat desa Kelepapati, asrama Atlit desa Wonosari, Gedung Balai latihan kerja desa Senggoro, dan gedung Lembaga adat Melayu di desa Air Putih.

Terkait kepulangan 600 orang dari Malaysia yang berstatus ODP pada Jumat (27/03/2020) lalu telah melakukan proses karantina Mandiri menjadi pembicaraan dikalangan masyarakat Bengkalis.

“Masyarakat menjadi resah. Belum 14 hari proses karantinanya yang dilakukan oleh Pemkab Bengkalis sudah dipulangkan ke desanya masing masing . Seharusnya untuk memutuskan tali rantai virus Corona/Covid-19 harus menjalankan proses pemantauan selama 14 hari sesuai dengan pemberitaan yang dipublikasikan lewat media sosial ungkap salah satu warga Bengkalis jefri juga selaku ormas DPC Laskar Anti korupsi Indonesia kabupaten Bengkalis.

“Kalau memang mereka semua sudah dinyatakan sehat oleh Dinas Kesehatan, dan juga boleh dipulang kerumahnya masing-masing mungkin ini tidak menjadi resah masyarakat sesuai dengan tahapan proses karantina 14 hari,” ucap Jefri dikedai kopi Bengkalis Minggu (29/03/2020).

Selama proses karantina selama 14 hari, tambah Jefri , WNI dari Malaysia paling tidaknya diperiksa dua kali sehari kesehatannya, termasuk gizi dan kegiatan-kegiatannya.

Jadi Jefri sangat meragukan kesehatan warga yang berstatus ODP yang Dipulangkan ke rumahnya masing-masing kecuali ada pernyataan dari dinas kesehatan dibuat oleh dinas kesehatan mau Pemkab yang bisa dipertanggung jawabkan bahwa ODP itu bebas dari virus Corona dalam kondisi sehat sehingga tidak menimbulkan keresahan pada masyarakat.

Jadi masyarakat tidak perlu khawatir lagi tidak ada yang perlu ditakutkan berinteraksi dengan mereka kalau itu dilakukan pemkab Bengkalis.

Ditempat terpisah awak media ini melakukan konfirmasi kepada Bupati Bengkalis H. Bustami Hy. Melalui WhatsApp pribadinya Sabtu (28/03/2020) terkait adanya pemulangan warga yang berstatus ODP yang sudah dipulangkan kerumah masing-masing atau proses karantina mandiri yang dilakukan pemantauan selama 5 hari tersebut.

Sementara dalam rapat lintas komisi DPRD Bengkalis Bersama Pemkab Bengkalis tidak dibahas proses karantina mandiri beberapa hari yang lalu, kok tiba-tiba Sekarang muncul, sementara didalam rapat komisi kemaren orang berstatus ODP wajib Dikarantina kan selama 14 hari.

Mmohon penjelasannya, kalau memang ada himbauan dari pemerintah pusat siapa yang menerimanya di Pemkab, dan Nomor berapa surat himbauannya. Namun sangat disayang sekali tidak indahkan oleh Plh.Bupati Bengkalis, sementara terbacakan olehnya dengan tanda contreng biru.

Diwaktu sama awak media ini mempertanyakan hal yang sama melalui pesan chaat WA Kadis Kominfotik Johan Syah juga selaku anggota tim teknis pemberdayaan masyarakat penyuluhan sosialisasi dan informasi publik gugus tugas percepatan penanggulangan Covid-19 Bengkalis,” kata Johan.

Itu sudah menjadi himbauan dari pemerintah pusat sesuai yang saya sampaikan melalui berita Diskominfotik Bengkalis dengan “judul”seluruh ODP yang Dikarantina pemkab Bengkalis Hari ini diperbolehkan pulang untuk karangtina mandiri” itu sudah jelas ungkapnya.

Kemudian saya melontarkan pertanyaan lagi kepada pak Johan Masih melalui Chaat Wa pribadinya :

“Udah saya baca isi pemberitaannya, sesuai arahan pemerintah pusat, keterangan sumber dalam pemberitaan tersebut, apakah himbauan tersebut melalui surat atau melalui pemberitaan pak. kalau memang ada surat himbauan dari pemerintah pusat Nomor berapa, jadi kami sebagai media ingin kejelasannya demi keseimbangan berita kami nanti nya, agar masyarakat tidak merasa resah pak.””

Namun tidak ada tanggapan lagi sementara sudah terbacakan dengan tanda biru. Sampai pemberitaan ini naik belum ada jawaban. (mul)

Komentar