PEKANBARU, MORALRIAU.COM – Sudah sepuluh pekerja meninggal dunia di Wilayah Kerja Blok Rokan yang dikelola PT Pertamina Hulu Rokan (PT PHR), dituntut berbenah, PHR belum menunjukkan perbaikan.
Bahkan, hingga kejadian ke delapan ini, Dirut PT PHR, Jafee Suardin belum menunjukkan itikad baik memberi kejelasan kepada DPRD Riau yang berulang kali memanggil Jafee.
“Seharusnya PHR menunjukkan etika, sebagai BUMN yang punya hajat hadir dong. Tunjukkan political will, kita tidak menyerang PHR, tapi mencari benang merah yang terjadi,” ujar Hardianto, Rabu (1/3/2023).
Ia mengatakan, PHR memang mengirimkan utusan untuk hadir. Tapi perwakilan ini dipandang tak memiliki kemampuan untuk membuat kebijakan yang kongkret.
“Ketika yang hadir orang yang tidak bisa membuat keputusan, percuma rapat itu dilaksanakan. Nanti jawabnya kami sampaikan ke atasan. Kapan ada solusi?” Ungkapnya kesal.
Ia mengatakan, Jafee yang berulang kali diundang ke DPRD tak pernah datang. Kondisi yang berbeda dibanding ketika PHR akan melakukan peralihan dari Chevron pada Agustus 2021 lalu.
“Beberapa kali kawan-kawan komisi V komplain, sampai sekarang tak pernah datang,” ujarnya.
Ia mengatakan, kejadian-kejadian ini mengindikasikan PHR tak membenahi diri perihal keselamatan kerja. Padahal PT PHR sempat mengajukan diri menjadi tuan rumah bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
“PHR belum berbenah, apa yang dulu dikerjakan Chevron, SOP, mekanisme kerja, manajemen itu belum kita adopsi,” papar legislator Gerindra ini.
Tak lupa, Hardianto juga menyampaikan duka cita atas tiga korban yang melayang.
“Kejadian terakhir ini tiga nyawa melayang, duka nestapa itu dialami banyak orang. Anak, istri, dan banyak lainnya,” tutup Hardianto. (*)
