Ilustrasi
MERANTI, MORALRIAU.COM – Nasib guru honorer di Kabupaten Meranti seakan terabaikan, para guru honorer di kabupaten termudah di Riau itu sudah tiga bulan belum menerima upah sebagai pengajar.
Tugas seorang guru bukan hanya dituntut mampu bersaing dan mengaplikasikan ilmu yang ia miliki, juga harus bisa mengikuti perkembangan zaman. Kalau semua itu tidak didukung dengan kelancaran pembayaran gaji, bagaimana dunia pendidikan bisa maju.
Salah seorang tenaga honorer yang mengajar disalah satu sekolah negeri di Kabupaten Kepulauan Meranti Atan membenarkan dirinya sudah tiga bulan belum menerima gaji, dari Januari hingga Maret 2025.
“Gaji yang kami nanti-nantikan itu tidak kunjung datang pak, warung pun tidak mau lagi ngasih kami hutang, karena takut tidak terbayarkan. Mirisnya lagi, ada teman kami beliau janda, makan nasi udah pakai garam, karena tak ada uang,” katanya kepada media ini, Kamis (20/3/2025).
Dikatakanya, lebaran idulfitri sudah makin dekat, kapan gaji akan keluar belum ada kepastian. kondisi saat ini jangankan mau beli baju baru dan kue lebaran, “Buat makan sehari-hari saja kami sudah pusing mau ngadu kemana,” ungkapnya.
Atan berharap kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, tolonglah dibantu bayarkan gaji guru-guru honor, “Bayarlah gaji yang sudah menjadi hak kami, jika dana belum ada carikan solusi agar gaji kami bisa dibayarkan,” tukasnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Meranti Suardi, MPd melalu telepon selulernya menuturkan segala macam persyaratan pencairan sudah disiapkan, “Insyaallah menunggu persetujuan dari BPKAD dan ketersediaan dananya,” tuturnya.
Sementara itu Kepala BPKAD Kabupaten Kepulauan Meranti Drs. Irmansyah, M.Si mengatakan kalau surat perintah bayar dari dinas sudah masuk, pasti dibayarkan.
“Semoga Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti segera membayarkan gaji guru honorer, demi kelancaran proses belajar mengajar tentunya, serta kelangsungan hidup sehari-hari,” tutupnya. (Mihrab.P)
