MERANTI, MORALRIAU.COM – Rumah Nurhayati (65) di Jalan Tanjung Harapan, Kelurahan Selatpanjang Kota, Kecamatan Tebing Tinggi, ludes dilalap api. Kini, di atas puing-puing rumah yang rata dengan tanah itu, muncul harapan baru.
Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar datang langsung menemui Nurhayati, Senin (21/9/2026). Selain membawa bantuan, ia menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk membangun kembali rumah korban yang terbakar.
Rumah baru tersebut direncanakan berukuran 6 x 6 meter dan ditargetkan mulai dibangun pada awal 2027.
Kedatangan H. Asmar didampingi Asisten I Sekda Meranti T. Arifin serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Bupati melihat langsung kondisi rumah yang kini hanya menyisakan puing akibat kebakaran yang terjadi pada Sabtu (19/9/2026).
Dalam kunjungan itu, pemerintah daerah menyerahkan sejumlah bantuan kepada keluarga korban, berupa sembako, peralatan rumah tangga, serta dokumen kependudukan berupa KTP dan kartu keluarga (KK).
Bagi Nurhayati, bantuan tersebut bukan sekadar barang. Perhatian pemerintah di tengah musibah yang menimpa keluarganya menjadi penguat untuk kembali menata kehidupan.
Nurhayati tampak terharu saat mendengar rencana pembangunan rumah baru tersebut.
“Terima kasih atas semua bantuan yang telah diberikan. Semoga Pak Bupati dan semua yang hadir dilindungi oleh Allah SWT,” ujar Nurhayati.
Api Membesar dalam Hitungan Menit
Kebakaran terjadi Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 16.50 WIB. Saat itu, anak korban, Mashitah, melihat asap hitam tebal keluar dari dalam rumah.
Tak lama berselang, api membesar dan dengan cepat menghanguskan seluruh bagian rumah.
Petugas pemadam kebakaran bersama kepolisian dan warga sekitar berjibaku memadamkan api. Sekitar pukul 17.30 WIB, api akhirnya berhasil dipadamkan.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, seluruh rumah dan sejumlah harta benda milik Nurhayati ikut terbakar, di antaranya mesin jahit, mesin cuci, kulkas, kasur, sofa, speaker, serta dua unit sepeda.
Kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Berdasarkan pemeriksaan sementara di lokasi, api diduga berasal dari korsleting instalasi listrik yang sempat menimbulkan percikan.
Bupati Ingatkan Bahaya Kebakaran
H. Asmar mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap potensi kebakaran, terutama yang bersumber dari peralatan rumah tangga dan instalasi listrik.
Ia meminta warga memastikan kompor telah dimatikan ketika meninggalkan rumah serta rutin memperhatikan kondisi peralatan dan instalasi listrik.
“Saya mengimbau seluruh masyarakat Meranti untuk selalu menjaga rumah maupun lahan dari bahaya kebakaran. Jangan lupa mematikan kompor saat meninggalkan rumah dan perhatikan peralatan serta instalasi listrik yang dapat memicu kebakaran. Semoga kita semua senantiasa dilindungi Allah SWT,” kata H. Asmar.
Di tengah puing-puing rumah yang telah kehilangan bentuknya, janji pembangunan rumah baru menjadi secercah harapan bagi Nurhayati untuk kembali memiliki tempat tinggal yang layak. (Mihrab.P)

















Komentar