PEKANBARU, MORALRIAU.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau menggelar rapat Paripurna dengan 3 (Tiga) agenda sekaligus di Gedung DPRD Provinsi Riau jalan Jenderal Sudirman, Senin (28/01/19).
Ketiga agenda rapat yaitu; Penyampaian laporan hasil reses masa sidang III (September-Desember) tahun 2018,Penyampaian pergantian anggota alat kelengkapan DPRD Provinsi Riau dari Fraksi Gerindra-Sejahtera dan Fraksi gabungan Nasdem-Hanura, dan Penyampaian perubahan Propemperda Provinsi Riau Tahun 2018.
Rapat dipimpin langsung oleh Dr H Sunaryo dan didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Riau, Kordias Pasaribu dan Wakil Ketua lainnya, Ir H Noviweldy Jusman, serta turut menghadiri Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Ahmad Hiyazi.
Sidang paripurna dengan agenda penyampaian laporan reses masa sidang III tidak disertai adanya pembacaan laporan yang disampaikan oleh masing-masing anggota dewan terhadap hasil resesnya.
Semua anggota DPRD Riau yang hadir dalam rapat sepakat, laporan penyampaian reses tidak dibacakan. Namun disampaikan langsung ke pimpinan sidang untuk selanjutnya di serahkan ke Sekdaprv Riau.
Satu per satu anggota dewan pun menyampailan laporan resesnya ke pimpinan sidang. Selanjutnya pimpinan sidang menyerahkan secara simbolis laporan tersebut ke Sekdaprov Riau.
Sejumlah Anggota DPRD Riau mengaku tidak ingin membacakan laporan resesnya karena selama ini apa yang disampaikan melalui reses tidak seluruhnya bisa ditindaklajuti oleh pemerintah daerah.
“Ini sudah yang ke 14 kali seingat saya kita paripurna penyampaian hasil reses tapi realisasinya tidak jelas. Tidak usah dibacakan, serahkan sajalah langsung. Kalau dibacakan kita juga tidak tau berapa persen yang diakomodir,” kata anggota DPRD Riau Musyafak Asikin menjawab pertanyaan pimpinan sidang saat mempertanyakan apalahl laporan reses dibacakan atau di serahkan ke pimpinan sidang.
“Kami menyerahkan saja, karena sudah banyak juga disampaikan, tapi tidak juga terakomodir. Kami menyerah sajalah,” kata Supriati, anggota DPRD Riau dari partai Golkar daerah pemiliham Indragiri Hulu – Kuansing memperkuat pernyataan yang disampaikan Musyafak.
Pimpinan Sidang Paripuran Penyampaian Laporan Reses yang juga Wakil Ketua DPRD Riau, Sunaryo mengatakan, sudah sewajarnya jika anggota DPRD Riau menyampaikan kekecewaanya terkait dengan banyak pokok-pokok pikiran yang tidak diakomodir oleh eksekutif.
Ia pun berharap laporan hasil reses yang disampaikan ke pemerintah daerah tersebut bisa menjadi bahan pertimbangan bagi gebunur riau dan jajaranya dalam menyusun kegiatan kedepannya.
Pihaknya tidak menapik, memang ada pokok-pokok pikiran anggota DPRD yang diakomodir dalam program kerja pemerintah daerah, namun yang diakomodir tersebut hanya sebagian kecil.
“APBD itu isinya selain program pemerintah daerah juga dari DPRD. Pemerintahan daerah itukan antara Gubernur dan DPRD. Jadi bukan hanya apa yang diperogram gubernur saja tapi DPRD juga. Kita turun ke masyarakat melalui reses, nah hasil reses inilah yang selama ini tidak terakomodir oleh pemerintah daerah,” pungkasnya.
Tampak hadir di ruang rapat, Sekdaprov Riau Ahmad Hijazi, sementara dari pimpinan DPRD Riau hanya tampak tiga orang yang hadir. Yakni Sunaryo dan Kordias Pasaribu dan Noviwaldi Jusman.
“Rapat ini sangat penting. Karena pokok pikiran DPRD berasala dari reses, kemudian disepakati bersama untuk dimasukkan dalam rencana kerja pemerintah daerah,” kata Sunaryo saat membuka rapat penyampaian laporan reses masa sidang III di Kantor DPRD Riau.
Seperti diketahui, setelah sebelumnya sempat dibatalkan, Sekretariat DPRD Riau kembali menjadwalkan rapat penyampaian laporan reses masa sidang III di Kantor DPRD Riau, Senin (28/1/2019) siang ini.
Kamis (21/1/2019) lalu rapat penyampaian laporan reses masa sidang III, september, november dan desember 2018 di Kantor DPRD Riau, batal dilaksanakan.
Sejumlah tamu undangan dan beberapa anggota dewan yang sudah ada didalam ruangan pun akhirnya membubarkan diri dan keluar dari ruang rapat. Melalui pengeras suara pihak sekretariat dewan mengumumkan pembatalan rapat tersebut.
Meskipun di dalam ruang rapat sudah tersaji kue kota dan air mineral untuk para tamu undangan dan anggota dewan.
“Berhubung pimpinan dewan tidak berada di lokasi, maka dengan demikian, dengan segela kerendahan hati, rapat ditunda sampai waktu yang ditentukan,” kata salah seorang petugas dari Setwan melalui pengeras suara.
Aggota DPRD Riau, Suhardiman Amby yang sempat berada di ruang rapat sebelum rapat akhirnya dibatalkan terlihat kesal, Kamis (21/1/2019).
Setelah mendapatkan informasi rapat penyampaian laporan reses masa sidang III di Kantor DPRD Riau dibatalkan, sekretaris Komisi III DPRD Riau ini pergi keluar ruangan sambil menenteng dua kotak kue.
“Saya melihat ini sebuah kekonyolan. Kita yang mengundang, tapi pimpinan satu pun tidak ada,” kata Suhardiman sesaat setelah meninggalkan ruang rapat.=
“Yang merencanakan ini kan Banmus dan Banmus itukan setengah dari jumlah anggota DPRD ditambah pimpinan. Lah ini pimpinan keempat-empatnya kosong, konyol ini kan,” imbuhnya.
Padahal, kata Suhardiman, rapat penyampaian laporan reses ini sangat penting. Sebab semua hasil aspirasi masyarakat, yang sudah ditampung di lapangan oleh masing-masing anggota dewan saat reses atau turun ke tengah masyarakat, disampaikan dalam rapat ini.
Sebelum disampaikan dalam Musrembang. “Jadi rapat ini sangat penting, karena kita melaporkan aspirasi seluruh masyarakat se Riau,” katanya.
Selain Suhardiman Ambi, ada enam anggota DPRD lainya yang sempat hadir dalam rapat ini. “Iya, tadi yang sempat hadir hanya tujuh orang anggota dewan saja,” sebutnya. (Adv)
















Komentar