MERANTI, MORALRIAU.COM – Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Kondisi alam yang tidak menentu ini menuntut setiap orang agar lebih berhati-hati, terutama saat bekerja di laut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, seorang pria asal Desa Tanah Merah bernama Iskandar (44 tahun) dilaporkan hilang saat bekerja di Pembangkit Gumbang Senyongkung pada Senin (22/12/2025) malam.
Salah seorang rekan kerja korban menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 hingga 02.00 WIB saat korban sedang bekerja. Setelah selesai bekerja, mereka beristirahat. Namun, saat hendak membangunkan korban pada waktu subuh sekitar pukul 05.30 WIB, Iskandar sudah tidak berada di tempat.
“Kami sudah mencari ke sana kemari, tapi tidak menemukan korban. Akhirnya kami melaporkan kejadian ini kepada Pemerintah Desa Tanah Merah, Bhabinkamtibmas setempat, dan menghubungi BPBD Kabupaten Kepulauan Meranti,” ujarnya.
Mendapat laporan tersebut, BPBD Kabupaten Kepulauan Meranti bergerak cepat dengan mengerahkan personel ke lokasi kejadian. Proses pencarian dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kepulauan Meranti, Ardath, S.IP.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kepulauan Meranti, Kardafy, SE, MM, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Ardath, S.IP, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengimbau masyarakat, khususnya di Kecamatan Rangsang Pesisir dan Desa Tanah Merah, agar lebih berhati-hati saat bekerja di laut mengingat kondisi cuaca akhir tahun yang kurang bersahabat, dengan gelombang pasang besar disertai angin kencang.
Untuk diketahui, korban bekerja bersama pamannya. Korban akhirnya ditemukan oleh adik iparnya, Ari, dalam kondisi terapung di tengah laut dengan keadaan lemah. Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui secara pasti kondisi terkini korban. (Mihrab.P)












Komentar