TAPUNG, MORALRIAU.COM – Setelah selesai melaksanakan rangkaian ujian praktek, ujian sekolah dan ujian nasional siswa/i kelas XII SMA Purna Manunggal bisa bernapas lega sambil menanti hasil ujian nasional. Untuk melepas kepergian siswa/i kelas XII, pihak sekolah beserta orangtua murid mengadakan perpisahan.
Perpisahan tersebut diadakan dihalaman sekolah, Kamis (11/4) pukul 8.00 WIB yang dihadiri oleh anggota dewan Provinsi Riau Ramos Teddy Sianturi, Kepala Sekolah SMA Purna Manunggal, Masagus Panitra, S.Pd, Kepala Desa Gading Sari, Manto Tarigan, SH, Kepala Desa Tanjung Sawit, Two Bagus Paritu Pohan SE, Kepala Desa Indrapuri, Subianto, Ketua Komite, orang tua murid dan siswa/i kelas XII.
Acara tersebut diawali dengan pembacaan ayat suci al-qur’an, tari persembahan, puisi islam sholawatan.
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SMA Purna Manunggal Masagus Panitra,S.Pd mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang tua dan guru yang telah mempersiapkan acara perpisahan ini, dan juga mengucapkan terima kasih kepada orang tua murid yang telah menitipkan anak anaknya untuk menuntut ilmu di SMA Purnamanunggal.
Beliau juga meminta maaf kepada orang tua siswa atas nama sekolah yang mana selama anak anal belajar di SMA ini melakukan hal hal yang kurang berkenan.
Masagus berharap kepada siswa/i agar melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi dan jangan puas hanya dengan ijazah SMA saja.
“Raihlah cita cita kalian setinggi langit dan dengan semampu kalian,” ujarnya.
Kepada orang tua siswa Masagus berharap agar dapat memberikan motifasi terhadap anak supaya anak anak dapat melanjutkan keperguruan tinggi dengan kemampuan dan kemauan mereka tanpa ada paksaan.
Kemudian anggota Dewan Provinsi Riau, Ramos Teddy Sianturi juga mengucapkan terima kasih kepada orang tua yang telah bekerja sama dengan sekolah, dengna adanya kerjasama yang baik, SMA Purnamanunggal sudah memiliki ruang belajar yang sempurna.
Selain itu juga terhadap siswa yang telah menempuh ujian nasional tahun ajaran 2018/2019 supaya melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi lagi dengan mendapat ijazah S1 agar kelak dapat mencari kerja sesuai denga ijazah yang dimiliki.
“Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China, jangan mau mempunyai ijazah SMA saja,” harapnya. (yufri)












Komentar