SOLOK, MORALRIAU.COM – Banjir yang melanda Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat menerjang empat kecamatan di antaranya Koto Parik Gadang Diateh, Sangir Batanghari, Sungai Pagu, dan Pauh Duo. Total jumlah warga yang terdampak ada 5.571 jiwa terdiri dari 1.655 kepala keluarga.
Selain itu 15 rumah warga juga mengalami rusak berat, 10 di antaranya hanyut diterjang banjir. Begitupun untuk dua jembatan yang menjadi akses penting warga penghubung antar jorong (dusun) putus akibat luapan sungai.
Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria, membeberkan penyebab daerahnya rawan bencana banjir saat tingginya intensitas curah hujan. Salah satunya, adanya kerusakan lingkungan yang terjadi di hutan yang berada di hulu sungai.
“Daya tampung sungai yang tak mampu menampung debit air yang terlalu besar dan tinggi. Penyebabnya, tentunya daerah hulu sungai, atau tangkapan hujan yang sudah terganggu. Artinya adanya penebangan di daerah hulu,” ujar Muzni kepada langkan.id, Minggu (15/12).
Adanya penebangan di hulu itu membuat kayu-kayu besar di hutan telah hilang. Sehingga ketika hujan terjadi, hanya sebagian debit air bisa diserap. Kemudian Aliran air langsung mengarah ke sungai.
“Siapa yang menebang? Kita tak tahu, namanya penebang liar,” sesalnya.
Muzni mengakui di wilayahnya terdapat cukup banyak aliran sungai. Hal ini menjadikan Solok Selatan dijuluki nagari seribu sungai. Begitupun untuk topografi yang dipenuhi perbukitan.
“Umumnya sungai itu berhulu di hutan itu. Kalau udah berhulu di hutan, kayu lagi. Inilah yang menyebabkan banjir di Solok Selatan. Kalau banjir melewati permukiman, tentu jadi masalah,” kata dia.
Banyaknya masyarakat yang tinggal di pinggiran aliran sungai, padahal merupakan dataran terendah. Sehingga ketika sungai meluap, sangat rentan akan terdampak banjir. Hal ini seperti yang terjadi di sekitaran Kampung Sungai Bandang, Kecamatan Parit Gadang Diateh. Setidaknya 30 rumah masyarakat terancam di sepanjang aliran sungai.
“Ada enam unit rumah yang hanyut di sini (Parit Gadang di Ateh). Masyarakat kita ungsikan ke masjid dan musala sambil kita persiapan relokasi mereka. Semoga mau pindah,” tuturnya.
sumber kumparan












Komentar