PEKANBARU, MORALRIAU.COM – Angka penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Riau mengalami peningkatan cukup signikan. Hal ini sejatinya perlu menjadi perhatian, karena kasus penyakit DBD tergolong membahayakan keselamatan korban.
Trend peningkatan kasus DBD terlihat jika dibandingkam periode tahun sebelumnya. Dimana dari data terakhir Dinas Kesehatan Provinsi Riau per 1 Februari 2019 jumlahnya sudah menyentuh angka 263 kasus. Sementara jika dibandingkan pada 1 Februari 2018 lalu jumlahnya hanya 158 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir menilai, trend peningkatan kasus DBD memang mengalami peningkatan. Untuk itu, langkah antisipasi dan penanganan juga telah dilakukan dan berkoordinasi bersama stakeholder terkait di kabupaten/kota se-Riau.
Dari hasil inventarisir awal, kasus DBD tertinggi di Kabupaten Inhu dengan 73 kasus. Disusul Kabupaten Bengkalis dengan 41 kasus, Pekanbaru 35 kasus, Siak 26 kasus, Dumai 23 kasus.
Selain itu Kabupaten Kuansing dengan 15 kasus, Kampar 13 kasus, Pelalawan 12 kasus, Rokan hulu 10 kasus, Rokan Hilir dan Indragiri Hilir masing-masing 6 kasus, dan di Meranti 3 kasus.
Untuk langkah penanganan konkrit dilakukan dengan melakukan upaya pencegahan, yaitu dengan menggalakan program gerakan serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Begitu juga dengan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengantisipasi DBD di lingkungan terdekat.
“Jika dibandingkam pada periode yang sama tahun lalu memang terjadi peningkatan. Diharapkan, kedepan angka kasus DBD dapat menurun dan tidak memakan korban jiwa,” urainya. (*)
