Penambang Pasir Sedot Tebing Sungai, Warga Tanjung Kudu Khawatir Kampung Tenggelam

TANJUNG KUDU, MORALRIAU.COM – Masyarakat Desa Tanjung Kudu Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar mulai memikirkan akan keselamatan kampungnya dari abrasi bahkan bisa tenggelam, jika aktivitas penambang pasir atau Galian C dibiarkan menyedot pasir dan batu di sekitar bibir tebing sungai Kampar.

Bukan tidak mungkin Desa Tanjung Kudu akan mengalami abrasi hebat, tanah bisa runtuh, kampung bisa hilang tersapu air sungai hingga kampung bisa tenggelam. Ini bukan sekadar ancaman, tapi tanda – tandanya sudah mulai terasa.

Dengan membiarkan penambang menyedot pasir di sekitar bibir tebing sungai, tentu tebing akan terkikis berlahan, bahkan bisa runtuh tiba-tiba karena tidak kuat menahan aliran sungai dan getaran dari alat berat. Jika rumah warga berada dekat dengan tebing sungai, bisa-bisa longsor atau ambles.

Warga Tanjung Kudu Idris mengatakan para penambang pasir saat ini menyedot bibir tebing sungai, kiri kanan atau hulu dan hilir kampung sudah disedot. Ini bisa berdampak runtuhnya tebing atau abrasi setiap saat karena struktur tanah menjadi labil. Menurutnya kalau aktivitas galian C tetap dibiarkan bisa-bisa Kampung Tanjung Kudu hilang dibawa abrasi tebing.

“Kalau penambang pasir kita biarkan menyedot bibir tebing maka abrasi akan terjadi setiap saat, saya khawatir kampung kita akan tenggelam ditelan sungai Kampar,” kata Idris ketika berbincang dengan media ini.

Dia berharap para penambang pasir di sepanjang bantaran sungai Kampar di Desa Tanjung Kudu untuk dapat menghentikan aktivitas. “Kalau bisa carilah lokasi lain asalkan jangan di sungai Kampar, tepatnya diwilayah kampung kita, demi keselamatan kampung,” harapnya.

“Jika penambang pasir ini terus berlanjut tanpa pertimbangkan dampaknya, maka bukan tidak mungkin kampung kita akan menghadapi bencana yang lebih besar yakni risiko tenggelam,” jelasnya.

Dirinya minta kesadaran dari penambang pasir memikirkan keselamatan kampung sebelum terlambat.

Dikatakan, selain abrasi dan kerusakan lingkungan, dampak dari aktivitas penambang pasir yang dirasakan oleh masyarakat yaitu kerusakan jalan. Jalan menjadi rusak, hancur dan berdebu dan kerusakan lingkungan lainya.

“Jika aktivitas galian C di sungai Kampar tetap berlanjut, Kampung kita terancam tenggelam karena struktur tanah akan menjadi labil, saat musim hujan dan banjir tiba,” katanya. (Mr)