MORALRIAU.COM – Menristek Bambang Brojonegoro menyampaikan new normal atau kenormalan baru saat ini menjadi peluang menciptakan riset dan inovasi. Untuk mendukung Indonesia maju dan mandiri, terutama di sektor kesehatan. Khususnya riset vaksin serta pengobatan Covid-19.
Dia mengatakan para saintis atau ilmuan menjadi harapan bangsa untuk dapat berkontribusi melakukan riset dan penelitian. ’’Selama masa ini, riset vaksin dan pengobatan Covid-19 yang efektif akan terus kita kembangkan,’’ katanya saat menyampaikan pidato di acara Virtual Ceremony Dexa Award Science Scholarship 2020 Rabu (17/6).
Dikutip dari Jawapos, Bambang menjelaskan perkembangan riset dan penelitian bermanfaat untuk mencapai kemandirian bangsa. Sehingga bangsa Indonesia tidak terus menerus bergantung pada produk impor. Bambang menuturkan bahwa di masa mendatang, Indonesia butuh banyak peneliti, inovator, dan orang-orang yang mau menciptakan solusi untuk tantangan bangsa di masa depan.
Dia mendukung program pemberian beasiswa dari Dexa kepada sejumlah mahasiswa. Bambang berharap para mahasiswa yang mendapatkan beasiswa, bisa menelurkan riset atau inovasi untuk menjawab tantangan bangsa Indonesia di masa mendatang.
’’Mari kita gunakan ilmu pengetahuan yang dimiliki untuk berkontribusi bagi negara kita,’’ katanya. Bambang juga berpesan kepada para peraih beasiswa bahwa mereka adalah generasi penerus di bidang penelitian. Selain itu juga memegang peranan penting untuk mendorong Indonesia menjadi negara maju dan mandiri. Dia menegaskan masa depan bangsa Indonesia ada di tangan para generasi muda.
Sebelum pemenang beasiswa diumumkan, ada sepuluh nama pendaftar yang masuk dalam nominasi. Kemudian ditetapkan tiga orang pemenang dan berhak mendapatkan beasiswa total senilai Rp 1 miliar. Ketiga peraih beasiswa itu adalah Yoga Romdoni dari Jurusan Kimia FMIPA Universitas Indonesia, Reno Susanto dari Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Riau, dan Joshua Eka Harap dari Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lambung Mangkurat.
Pimpinan Dexa Group Ferry A. Soetikno menuturkan bahwa ilmu pengetahuan atau sains adalah dasar untuk bertumbuh. Menurutnya sulit sekali membayangkan di masa depan tanpa ada sains dan inovasi. Kondisi itu yang mendasari diselenggarakan beasiswa Dexa Award Science Scholarship. Beasiswa itu untuk mendukung peningkatan inovasi di sektor farmasi dan kesehatan.
Ketua Dewan Juri Dexa Award Science Scholarship 2020 Raymond Tjandrawinata beasiswa yang mereka gelar untuk mencari calon-calon saintis. Khususnya saintis yang mau berinovasi untuk menemukan obat di masa depan. ’’Obat yang dapat digunakan, khususnya bermanfaat bagi pasien Covid-19,’’ jelasnya.
Dia menegaskan para Indonesia tidak akan maju tanpa ada riset. ’’Indonesia tidak akan maju kalau kita tidak mempunya produk-produk yang berasal dari tanah air kita,’’ jelasnya. Baginya Indonesia juga tidak akan maju jika hanya mengimpor produk kesehatan atau lainnya. (*)
