MANADO, MORALRIAU.COM – Kota Manado, Sulawesi Utara, menjadi magnet bagi Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Sejak menjadi Presiden 2014 lalu, ini adalah kunjungan keempat Jokowi di daerah berjuluk Nyiur Melambai ini.
Uniknya dalam kunjungan kali ini, orang nomor satu Indonesia ini menyempatkan ngopi bareng masyarakat di lokasi ngopi paling ramai di Manado, yakni Jalan Roda (Jarod).
Jarod atau sering disebut warga Manado, DPRD Tingkat IV, karena orang-orang yang duduk ngopi di situ lebih banyak bicara soal politik lokal dan nasional.
Jokowi tiba di Jarod Manado sekitar pukul 21.30 WITA, usai menemui tokoh agama dalam acara Konferensi Gereja dan Masyarakat (KGM) X Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) di Hotel Sutan Raja, Minahasa Utara.
“Baru sekarang ada Presiden RI yang datang di Jalan Roda. Dari dulu tidak pernah ada Presiden RI yang datang, baru Jokowi yang bisa melakukan itu. Bagi kami sangat luar biasa,” ujar Eva Yanti, salah satu pemilik rumah kopi di Jarod Manado, Minggu, 31 Maret 2019, sebagaimana dikutip dari viva.
Didampingi Gubernur Sulut, Olly Dondokambey dan Ketua TKN Erick Thohir, Jokowi selama satu jam minum kopi di Jarod. Ribuan warga sangat antusias menyambut capres petahana itu dan mengabdikan momen tersebut.
Sekitar pukul 22.30 WITA, Jokowi meninggalkan Jarod Manado untuk kembali ke hotel yang dia menginap. “Terima kasih Pak Jokowi sudah menemui kami di sini,” ujar Hardi dan Ferry, warga Manado.
Sepanjang jalan saat meninggalkan lokasi ngopi, warga pun bersalaman sambil berswafoto dengan Jokowi. Kedatanganya kali ini bukan dalam rangka kampanye, tapi untuk kunjungan kerja meresmikan sejumlah proyek yang telah selesai dibangun. Diantaranya Jalan Tol Manado-Bitung dan beberapa asrama mahasiswa.
Pariwisata Sulut
Sementara itu, Direktur Konten Tim Kemenangan Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Fiki Satari saat ditemui di Manado, Minggu, 31 Maret 2019, mengatakan Sulawesi Utara punya peran penting bagi industri pariwisata Tanah Air.
Sulawesi Utara dinilai memiliki banyak destinasi wisata yang menarik. Ke depan, diharapkan lebih banyak lagi tempat-tempat wisata baru di Sulut. Karenanya, Jokowi akan menggenjot sektor pariwisata di Sulut dengan menargetkan 150.000 wisatawan mancanegara (wisman) di tahun ini, setelah tercapainya target 100.000 wisman pada 2018.
“Pak Jokowi serius dalam menjadikan Sulut sebagai destinasi andalan Indonesia,” kata Fiki Satari saat mendampingi kunjungan Jokowi di Manado.
Tak hanya itu, Dana Desa juga akan ditambahkan sampai Rp400 triliun untuk lima tahun ke depan. “Pak Jokowi ingin bermunculan lebih banyak lagi desa pariwisata dan Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) sektor kreatif,” imbuhnya.
Sampai saat ini, sudah dikembangkan 119 desa pariwisata berkat program dana desa di Sulut. Pengembangan pariwisata secara gotong-royong akan didorong paslon bernomor nomor urut 01 dengan menggandeng komunitas kreatif, kelompok muda, dan kelompok tani.
“Sulut punya budaya mapalus atau budaya gotong royong. Jokowi percaya, inisiatif lokal bisa bernilai global. Ambil contoh Tomohon International Flower Festival,” tegasnya. (*)
