Munarman ke Saksi: Kontribusi Saya Terhadap ISIS di Indonesia Itu Apa?

JAKARTA, MORALRIAU.COM – Munarman heran dengan keterangan salah satu saksi dalam sidangnya yang menempatkan dirinya sebagai sosok penting dalam perkembangan Daulah Islamiyah di Indonesia. Munarman pun mempertanyakan soal kontribusinya terkait ISIS di Indonesia.

Dalam sidang lanjutan perkara terorisme yang digelar tertutup di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Senin (7/2/2022), saksi yang dihadirkan berinisial RS menyebutkan Munarman merupakan figur publik yang memiliki kontribusi dalam perkembangan Daulah Islamiyah di Indonesia. Bagaimana kesaksiannya?

Awalnya berita acara pemeriksaan atau BAP saksi RS dibacakan jaksa. Berikut ini isinya:

Yang saya ketahui bahwa Munarman memiliki kontribusi yang cukup besar pada perkembangan Daulah Islamiyah di Indonesia. Munarman dinilai sebagai public figure anshar daulah, yang berani menyuarakan kebenaran anshar daulah Islamiyah dan bisa menyakinkan ikhwan-ikhwan anshar daulah Islamiyah dalam mendukung tegaknya syariat Islam di Indonesia sebagai seruan-seruan amirul mukminin syekh Abu Bakr Al Bahgdadi.

Dilansir dari detikcom, Jaksa meminta penjelasan lebih lanjut terhadap saksi RS soal keterangannya itu. Saksi RS memandang Munarman sebagai aktivis yang dengan ketokohannya mampu membuat yakin masyarakat perihal kekhilafahan.

“Saya menyimpulkannya bahwa beliau mengatakan bahwa kekhilafahan itu adalah bagian dari ajaran Islam sehingga itu bagi saya menunjukkan bahwasanya kekhilafahan itu adalah sesuatu yang harus didukung dan juga sebagaimana yang ada kegiatan yang ada di Makassar beliau kan berkenan hadir sehingga saya menyimpulkan beliau, apa namanya, simpati dengan tegaknya khilafah di Suriah,” ucap saksi RS.

“Munarman adalah seorang aktivis nasional sehingga tentunya melekat pada dirinya itu sisi ke public figure pada dirinya sehingga ketika dia bicara tentunya itu akan meyakinkan kepada orang-orang yang masih meragukan keabsahan berdirinya kekhilafahan di Suriah,” imbuhnya.

Tiba giliran Munarman untuk bertanya pada saksi RS. Apa kata Munarman?

“Soal kontribusi tadi itu. Saudara berani menyatakan bahwa saya memiliki kontribusi cukup besar ya dalam perkembangan Daulah Islamiyah di Indonesia. Apa saja kontribusi saya?” tanya Munarman.

“Yang saya tanyakan apa saja bentuk kontribusi saya terhadap ISIS di Indonesia? Itu pertanyaannya. Saudara jawab pertanyaan saya dalam sidang ini. Bukan soal public figure, kalau public figure bukan salah saya, Pak. Saya tidak pengin jadi public figure,” imbuh Munarman.

“Sebagaimana yang saya nyatakan di BAP saya. Kontribusinya itu dalam bentuk kehadiran Bang Munarman dalam kegiatan yang dilakukan oleh teman-teman dalam masalah ISIS dalam masalah berdirinya khilafah tadi, yang kemudian akhirnya itu menjadi entry point bagi orang-orang yang aktif pada khilafah itu tadi,” jawab saksi RS.

Munarman lantas mencecar saksi soal perannya dalam berbagai seminar. Dia menuding saksi RS hanya menyimpulkan dari apa yang telah diikutinya.

“Ada saya memprovokasi, membujuk, atau mengiming-imingi supaya seminar dilakukan?” tanya Munarman.

“Tidak,” jawab saksi RS.

“Maksud saya, ini pendapat (dan) kesimpulan saudara atau memang saudara tahu saya punya kontribusi? Apa saja? A, B, C, sebutkan gitu, lho,” cecar Munarman lagi.

“Yang saya maksudkan di situ itu adalah secara faktanya setelah acara tersebut orang menjadi lebih yakin gitu saja. Orang-orang yang akhirnya menyatakan baiat kepada Abu Bakr al-Baghdadi,” kata saksi RS.

Dalam perkara ini, Munarman didakwa menggerakkan orang lain untuk melakukan teror. Munarman juga disebut jaksa telah berbaiat kepada pimpinan ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi.

Jaksa mengatakan perbuatan Munarman itu dilakukan di sejumlah tempat. Adapun tempatnya adalah Sekretariat FPI (Front Pembela Islam) Kota Makassar-Markas Daerah LPI (Laskar Pembela Islam), Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Sudiang Makassar, dan di aula Pusbinsa kampus Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Perbuatan Munarman itu dilakukan dalam kurun 2015.

Menurut jaksa, Munarman sekitar Juni 2014 melakukan baiat kepada pimpinan ISIS, Abu Bakar Al Baghdadi. Baiat itu dilakukan di UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat. (*)

Komentar