SIAK, MORALRIAU.COM – Kordinator Wilayah UPTD Pendidikan kecamatan Tualang Zahruni MPd menyatakan masing-masing sekolah memiliki Brand School masiing-masing, dengan menjadi Brand School masing-masing sekolah berkesempatan untuk berkembang secara mandiiri, tanpa ada campur tangan dari Dinas pendidikan dan juga Korwil UPTD Pendidikan.
Hanya saja sekolah tetap mengaju kepada ketentuan dari Dinas Pendidikan kabupaten Siak, untuk dalam pengembangan, hanya caranya diserahkan kepada sekolah masing-masing untuk menentukan program apa yang akan mereka lakukan untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM) siswa sekolah terutama sekolah dasar (SD) dan juga sekolah lanjutan pertama (SMP).
“Kita harapkan sekolah dapat mengembangkan diri masing-masing untuk menjadi Brand School masing-masing sekolah “Ujar Korwil UPTD Pendidikan kecamatan Tualang Zahruni MPd kepada Moralriau.com Kamis (7/11).
Ia menjelaskan, prestasi dapat diraih masing-masing sekolah dengan Branding School, apakah sekolah itu membuat program tahfiz Alquran, tambahan belajar agama, tambahan belajar seni, tambahan belajar olah raga dan lain sebagainya, untuk menjadikan siswa dapat meraih prestasi baik skala daerah, Provinsi dan nasional.
Ia menyatakan saat ini di Kecamatan Tualang telah menerapkan sekolah ramah anak, agar semua sekolah dapat menjaga siswa agar dapat lebih terjamin rasa aman, nyaman, senang dan betah belajar karena merasa terlindungi dari sekolah dan orang tua murid.
Program sekolah ramah anak diyakini dapat merubah pola perilaku siswa, menjadi siswa yang mendekati sempurna karena selain mendapat ilmu pengetahuan, juga mendapat ilmu agama, memiliki kecerdasan dibarengi kemampuan olah raga, seni, sains dan kemampuan lainnya untuk bersaing dengan sekolah yang telah maju terlebih dahulu.
Ia juga merasa bangga dengan program tahfiz SMPN 1 Tualang yang berhasil menjadikan siswa banyak yang dapat menghapal Alquran juz 1, 2, 3 dan diharapkan minimal 15 juz setelah mereka tamat dari SMP dikecamatan Tualang. (MR.02/P.RAS).












Komentar