PEKANBARU, MORALRIAU.COM – Komisi gabungan I dan IV DPRD Kota Pekanbaru menggelar rapat dengar pendapat (Hearing) dengan Rumah Sakit (RS) Awal Bros Jalan Ahmad Yani, RS Awal Bros Jalan Jend. Sudirman dan Rs Awal Bros Panam dan juga hadir Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Selasa (11/8/2020).
Rapat yang dipasilitasi oleh Komisi I dan IV tersebut memperyanyakan banyak hal, seperti Rs Awal Bros di Jalan Jend Sudirman, soal parit yang selalu menyebabkan banjir disaat turun hujan.
Haering dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi I Krismat Hutagalung, didampingi Sekretaris Komisi, Isa Lahamid dan Anggota Komisi lainnya yakni, Ida Yuliati, Indra Sukma, Aidil Amri.
Sedangkan dari Komisi IV yakni, Sekretaris Komisi IV Rois, Rustam Tarigan, Zainal Arifin dan Roni Pasla.
Dalam hearing tersebut Komisi IV Rustam Tarigan mempertanyakan parit di lingkungan Rs Awal Bros, apakah millik Rs atau parit buatan Pemerintah Kota Pekanbaru.
“Kalau tarnyata parit tersebut milik Rs Awal Bros dan yang bersihkan pasukan kuning dari Dinas Kebersihan Kota Pekanbaru, ini yang tidak benar,” ujar Tarigan.
Lanjut Terigan, dia berharap Rs Awal Bros memberikan pelayanan yang bagus kepada masyarakat yang mau berobat, jangan sampai ada lagi keluhan dari pasien yang hendak mau berobat.
Hal yang sama juga disampaikan Komisi IV Roni Pasla yang mempertanyakan standar pelayanan terhadap pasien mau berobat ke Rs Awal Bros mulai masuk sampai dapat kamar seperti apa.
Menurut Roni kenapa pasien yang mau berobat ke Rs Awal Bros sampai menunggu berjam-jam, “Informasi yang kami terima, pelayananya yang diberikan pihak Rs sangat jelek,” kata Roni.
Pandangan sama juga di sampaikan anggota Komisi I Aidil Amri menilai kalau pelayanan rumah sakit yang ada di Pekanbaru sudah cukup bagus, cuma saja yang perlu diperhatikan untuk kedepannya jangan membedakan antara pasien umum dengan pasien memakai kartu BPJS.
Sementara itu, Direktur RS Awal Bros Sudirman, Pekanbaru, dr Jimmy Kurniawan, MKK mengatakan, pelayanan RS Awal Bros tetap sesuai SOP PMK. Ia menyampaikan sudah berkomunikasi dengan pasien dimaksud. Pun demikian, yang namanya manusia ada kelemahan.
Dalam forum itu, Jimmy meminta maaf atas dinilai kurang baiknya pelayanan tersebut. “Jika ada ketidaknyamanan dalam pelayanan kami, kami minta maaf,” katanya.
Soal Izin Radioterapi Center Kanker, Jimmy mengatakan, izin sudah ada. Namun demikian, akan tetap berupaya memenuhi semua standard izin yang sesuai. Hingga berita ini dirilis pukul 15.20 WIB, hearing masih berlangsung. (wir)

















Komentar