PEKANBARU, MORALRIAU.COM- Ketua Kwarda 04 Gerakan Pramuka Riau HM Azaly Djohan tutup kegiatan Kursus Pelatih Pembina Tingkat Lanjutan (KPL) Kwarda Riau 2018 yang digelar di kompleks Candi Muaratakus, Jumat (30/11/18) malam.
Kegiatan penutupan ini juga dihadiri Ketua Kwarda Riau dari unsur Wakil Ketua Kwarda Kepala Pusdiklatda Riau Mardjono, Andalan Daerah, dan para pelatih. Kegiatan KPL ini merupakan kursus formal tertinggi di gerakan Pramuka.
“Saya memberikan apresiasi kepada panitia penyelenggara yang telah sukses melaksanakan kegiatan ini. KPL ini adalah Pendidikan Formal tertinggi di lingkungan gerakan Pramuka,” kata Azaly Djohan.
Tokoh masyatakat dan mantan pejabat Pemprov Riau juga mengatakan bahwa eksistensi Pramuka kedepan ada dipundak kakak-kakak pelatih. Dia juga sempat bernostalgia menceritakan pengalaman bertugas keliling Riau termasuk pernah bertugas diwilayah Kampar menyampaikan keprihatinannya atas pengaruh negatif yang luar biasa terhadap generasi muda saat ini.
“Tentunya para pelatih profesional lulusan KPL, mesti bisa menjawab persoalan ini. Kepada seluruh peserta agar setelah kembali ke Kwarcab masing-masing dapat mempraktekkan atau mengaplikasikan apa yang telah diperoleh, memberikan contoh yang baik dan tentunya mengamalkan kode kehormatan Pramuka didalam kehidupan sehari-hari,” harapnya.
Kapusdiklatda Riau Mardjono dalam Laporannya menyampaikan Narasumber kegiatan KPL ini terdiri dari Pelatih Nasional yang berasal satu orang masing-masing dari Pusdiklatnas, dari Pusdiklatda Jawa Tengah, dari Pusdiklatda Lampung, dari Pusdiklatda Kepri sisanya dari Pusdiklatda Riau.
Adapun peserta KPL ini berjumlah 58 orang 3 dari Kwarda Sulawesi Barat dan 1 dari Kwarda Kepri dan sisanya 54 orang berasal dari Kwartir Cabang se-Kwarda Riau.
Pada acara penutupan tersebut juga diumumkan 10 orang peserta terbaik. Yakni pertama Irwan Yuliadi, utusan Kwarcab Pekanbaru. Kedua Indrawansyah, utusan Kwarcab Pekanbaru. Ketiga, Heri Suseno utusan Kwarcab Pelalawan. Keempat, Darma Satia utusan Kwarcab Rohil. Kelima, Syafi’i utusan Kwarcab Dumai.
Kemudian keenam, M Ridwan utusan Kwarcab Pekanbaru. Ketujuh, Agung Purwanto utusan Kwarcab Kampar. Kedelapan, Ratnah utusan Kwarcab Polewali Mandar Sulbar. Sembilan, Felix Saputra utusan Kwarcab Siak serta kesepuluh, H Ridwan Ahim utusan Kwarcab Indragiri Hilir.
Ada pun khusus untuk kegiatan kursus berlangsung dari 25 – 29 November 2018 dilaksanakan di Hotel Ameera Pekanbaru. Kemudian dilanjutkan dengan perjalanan bakti pada 29 November sampai dengan 1 Desember 2018 bertempat di Komplek Candi Muaratakus.(*)












Komentar