oleh

Kepengurusan DMDI Meranti Resmi Dibentuk

MERANTI, MORALRIAU.COM – Struktur Kepengurusan Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Resmi dibentuk sebagaimana dalam acara rapat konsolidasi pesiapan pengukuhan dan pelantikan Pengurus Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) yang berlangsung Ruang Pertemuan Lt. 6, Hotel Diva Selatpanjang, Jum’at malam, 26 Agustus 2022,

Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) adalah sebuah organisasi yang bergerak di bidang sosial budaya dan dakwah. Berdiri pada tahun 2000 di Malaka, Malaysia.

Organisasi ini berkembang pesat hingga tersebar di 29 negara. Bertujuan untuk menjalin silaturrahim sesama bangsa Melayu di seluruh dunia, memajukan perekonomian, pendidikan dan kebudayaan, melestarikan nilai-nilai sejarah dan perjuangan, mewujudkan perdamaian, dan melaksanakan dakwah Islamiah.

Pada rapat konsolidasi dan Pembentukan Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) terbentuk Kepengurusan DMDI Kepulauan Meranti Periode 2022-2027.
Berdasarkan kesepakatan para tokoh yang diundang oleh Pemegang Mandat, setelah memahami visi, misi dan tujuan serta eksistensi keberadaan DMDI di seluruh dunia, maka disepakatilah untuk mendirikan DMDI Kepulauan Meranti.

Setelah melakukan pembahasan yang alot pada beberapa kali rapat sebelumnya, maka telah memilih Ustad H. Mustafa, S. Ag., M.M., sebagai Ketua, Afrizal Cik, S. Sos., M. Si., sebagai Sekretaris dan Bonny Nofriza, S.H., M.H., sebagai Bendahara DMDI Kabupaten Kepulauan Meranti.

Kemudian dipaparkan pula nama-nama yang diikutkan dalam Struktur Kepengurusan DMDI Kepulauan Meranti. Dari nama-nama tersebut terdapat sejumlah tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, ulama, da’i, akademisi, guru, dokter, purnawirawan polisi, birokrat, budayawan, sastrawan, seniman, pengacara, ahli hukum, wartawan, dan pengusaha serta sejumlah tokoh intelektual muda.

“Alhamdulillah, berdasarkan kesepakatan para tokoh masyarakat kita, maka terbentuk kepengurusan DMDI di Kepulauan Meranti. Kami berharap organisasi ini dapat berkembang dan tumbuh subur di Tanah Jantan ini. Pada kesempatan ini kami juga mohon dukungan dari semua pihak untuk mendukung keberadaan dan setiap gerak langkah DMDI di sini”, demikian diungkapkan oleh H. Mustafa, S.Ag., M.M., usai terpilih secara aklamasi.

Selanjutnya Afrizal Cik mengungkapkan bahwa DMDI memandang Melayu bukanlah sebagai etnis, tapi sebagai suatu bangsa yang diikatkan dengan akidah Islamiah. Karena itu di sini tidak ada batasan etnis untuk bergabung, yang penting beragama Islam.

Dengan demikian, maka, para tokoh dari berbagai suku yang ada di Kepulauan Meranti menyatakan kesediaannya untuk bergabung di DMDI. Dari mereka semua yang telah berpengalaman di bidangnya masing-masing, tampaknya DMDI Kepulauan Meranti bisa berkiprah menjadi organisasi besar yang akan dapat menyumbangkan banyak karya untuk kemajuan daerah ini. Semoga harapan ini bisa terwujud.

Di sisi lain, Kompol (Purn) Derajat KS yang didaulat menjadi salah seorang Penasihat DMDI menyampaikan harapan besarnya.

“Semoga dengan terbentuk DMDI di Kepulauan Meranti ini akan dapat ikut menciptakan perdamaian dan ketentraman serta penyatuan dalam masyarakat. Semoga keberadaan DMDI dapat membantu pemerintah dan aparat keamanan untuk mewujudkan suasana kondusif, memajukan kebudayaan, membangun perekonomian dan terjalinnya tali persaudaraan Ukhwah Islamiah. Kita pun siap untuk ikut serta ataupun memberi sumbangan pemikiran kepada DMDI untuk bergerak melaksanakan visi, misi dan tujuannya”, demikian diungkapkan mantan Kabagren Polres Kepulauan Meranti dan perwira menengah Polda Riau ini.

Dalam Rapat Konsolidasi dan Pembentukan Kepengurusan Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Kabupaten Kepulauan Meranti ini terlihat hadir sejumlah tokoh masyarakat di antaranya H. Selamat Marino, Kompol (Purn) Derajat KS, Ustad Asep Darutahkik, S.H.I, Wan Zulkifli, S.H.,M. Si., H. Arifin, S.H., M.H., dr. H. Joko Santoso Ramli, Sandra Marawira, SE., M. Si., Dra. Latifah S. Kudus, Suardi, S.Pd., Bonny Nofriza, S.H., M.H., Alfian Husin, S. Pd., Abu Hasan Sahari, S.Pd., M.M., H. Sugiarto Ibrahimsyah, S.H., M.M., Syafii, S.Pd.,M.M., H. Haramaini, S.Pd.,M.Si., Nazarman, Dasuki, S.H., dan sejumlah tokoh lainnya.

Sejumlah nama yang telah terpilih tak dapat hadir seperti H. Idham Syuib, S.Pd., Misdar Effendi, S.Pd., karena berada di luar kota, dan Darsini, S.M., yang merupakan anggota DPRD Kepulauan Meranti yang sedang melakukan perjalanan dinas keluar daerah. Namun mereka tetap menyatakan kesediaannya menjadi Pengurus DMDI Kepulauan Meranti. (*)

Komentar

News Feed