oleh

Kemenag Pekanbaru Ingatkan KUA Patuhi Prokes dalam Layanan Pernikahan

PEKANBARU, MORALRIAU.COM – Kepala Kantor Kemenag Kota Pekanbaru melalui Ketua Satgas Covid-19 kemenag kota Pekanbaru H. Abdul Wahid, S.Ag, M.I. Kom mengatakan walaupun Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Pekanbaru level 2, namun diharapkan kepada KUA Kecamatan/ penghulu dalam melaksanakan akad nikah baik di kantor, gedung, hotel dan rumah untuk dapat berpedoman pada regulasi yang telah dikeluarkan oleh kementerian agama.

Hal ini merupakan keharusan bagi KUA Kecamatan / Penghulu sebagai langkah guna mencegah penularan Covid-19 di klaster pernikahan.

Hal ini sebagaimana merujuk pada SE Dirjen Bimas Islam Nomor P.002/DJ.III/Hk.007/07/2021 yang dikeluarkan 11 Juli 2021.

SE ini merupakan Petunjuk Teknis (Juknis) layanan nikah pada KUA masa PPKM.

Salah satu isi aturan tersebut adalah syarat melampirkan hasil negatif surat swab antigen sebelum pelaksanaan akad nikah.

“Kita tidak ingin pada saat ada hajat pernikahan, malah terjadi penyebaran covid-19,” kata Wahid.

Lanjut Wahid, jangan pernah lalai, walaupun saat ini penyebaran cobid-19 sudah melandai. Apalagi saat ini sudah memasuki musim penghujan.

“Di musim penghujan, kita harus lebih waspada lagi dalam mengantisipasi terjadinya lonjakan covid-19,” kata Wahid.

Kepada masyarakat yang akan menggelar akad nikah baik di kantor, gedung, hotel dan rumah untuk dapat selalu mamatuhi peraturan kesehatan (prokes) yang telah ditetapkan KUA / penghulu sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19.

“Kami mengucapkam terima kasih atas kerjasamanya selama ini, kepada para KUA Kecamatan / penghulu yang telah menjalankan tugas dengan baik. Masyarakat sangat mengerti tentang tugas dan tanggungjawab yang diemban KUA dalam melaksanaan pernikahan,” harapnya.

Semua ini berdasarlan regulasi yang ditetapkam oleh kementerian agama. Pihak yang wajib melakukan swab antigen adalah calon pengantin (catin), wali nikah, dan dua orang saksi.

Mereka wajib melakukan swab antigen yang berlaku minimal 1×24 jam sebelum pelaksanaan akad nikah,” ujarnya.

Wahid berharap kepada KUA Kecamatan / penghulu agar tetap menerapkan prokes covid-19 dengan ketat di kantornya masing-masing, pastikan semua sarana yang di butuhkan seperti tempat cuci tangan dan hand Sanitizer tersedia.

Kepala KUA kecamatan/penghulu berkoordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di wilayah masing-masing untuk menjamin keamanan dan ketertiban pelaksanaan layanan nikah. (Adv)

Komentar

News Feed