WNI Relawan MER-C di Gaza , Palestina Farid Zanjabil Al Ayubi
MORALRIAU.COM – Satu dari tiga warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi relawan di Rumah Sakit indonesia di Palestina berhasil dievakuasi dan kembali ke Indonesia pada Selasa (12/12/2023) malam. Farid Zanjabil Al Ayubi adalah mahasiswa semester 6 di Universitas Islam Gaza yang juga menjadi relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) selama 4 tahun terakhir. Dua rekannya Fikri Rofiul Haq dan Reza Aldilla Kurniawan memutuskan bertahan di Rafah, Gaza Selatan.
Farid dan dua rekannya berhasil dievakuasi ke Rafah pada 22 November 2023, setelah sempat tertahan di Gaza Utara sejak gempuran Israel pada 7 Oktober 2023. Gaza Utara menjadi salah satu wilayah yang luluh lantak akibat gempuran Israel. Farid bersama kedua rekannya tinggal sekaligus menjadi relawan di Rumah Sakit Indonesia yang terletak di Beit Lahia, Gaza Utara.
“Rumah Sakit Indonesia jadi tumpuan ketika rumah sakit terbesar di Kota Gaza yaitu Al-Shifa dilumpuhkan Israel,” kata Farid di Kantor Mer-C, Jakarta, Rabu (13/12/2023).
Selama 46 hari di pengungsian, Farid mengaku melewati hari-hari yang mencekam. Tentara Israel bahkan sempat menyerang Rumah Sakit Indonesia dan menewaskan 12 pasien yang sedang dirawat.
“Mereka (tentara Israel) berani menembak sampai 12 orang sahid, mereka ini adalah korban luka-luka dari serangan sebelumnya. Jasadnya 2 hari tidak dikubur,” kata Farid.
Farid bersama relawan lainnya membantu pelayanan warga Gaza yang dirawat di Rumah Sakit Indonesia. Salah satunya adalah menyediakan suplai makanan yang bersumber dari berbagai donatur, termasuk sekitar 1500 makanan dari MER-C.
“Hampir setiap hari makan nasi kebuli dan daging sapi dalam kondisi peperangan,” kata Farid.
Setelah menunggu selama hampir dua minggu, nama Farid, Fikri dan Reza akhirnya mendapatkan izin untuk dievakuasi dari jalur Gaza. Namun, dua rekannya memutuskan untuk tetap di Gaza Selatan untuk melanjutkan misi kemanusiaan.
Pada Sabtu (9/12/2023) sekitar pukul 07.00 waktu setempat Farid akhirnya berhasil dievakuasi. Bergerak ke gerbang Rafah bagian Gaza bersama puluhan korban luka-luka dan sejumlah warga asing lain yang telah mendapat izin evakuasi dari Gaza, Farid berhasil keluar melewati pintu perbatasan Rafah, Mesir.
Farid kemudian terbang dari Bandara Internasional Kairo menuju Indonesia pada Selasa (12/12/2023) pagi dan tiba di Bandara Soekarno Hatta di hari yang sama pada pukul 12 malam waktu Indonesia. Sumber beritasatu (*)
