Kamera Barcode di SPBU Jalan Soekarno Hatta Sering Bermasalah, Pengendara Mengeluh

PEKANBARU, MORALRIAU.COM – Penggunaan kamera ponsel Android oleh petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk memindai barcode konsumen dikeluhkan sejumlah pengendara. Pasalnya, perangkat yang digunakan dinilai tidak memadai dan kerap mengalami gangguan, sehingga memperlambat proses pelayanan.

Kondisi tersebut terjadi di SPBU 14.282.6113 Jalan Soekarno Hatta, Sidomulyo Timur, Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Riau. Sejumlah pengendara mengaku kesal karena harus menunggu lebih lama saat pengisian bahan bakar akibat kamera yang sulit membaca barcode, bahkan terkadang tidak berfungsi sama sekali.

“Barcode milik saya macet saat discan, padahal sudah antre lama. Petugas SPBU bilang kalau isi seratus ribu bisa,” ujar Uwin, salah seorang pengendara, usai mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite, Rabu sore (29/4/2026).

Awalnya, pengendara mobil Xenia tersebut berencana mengisi BBM jenis Pertalite sebanyak 25 liter atau senilai Rp250 ribu. Namun karena kendala pada kamera pemindai barcode, ia terpaksa hanya mengisi 10 liter atau Rp100 ribu.

“Karena kameranya sulit membaca barcode, terpaksa isi sedikit saja. Antrean juga sudah panjang,” tambahnya dengan nada kesal.

Petugas SPBU 14.182.6113 juga mengakui bahwa perangkat yang digunakan memang sering mengalami kendala teknis. Mereka menyebut kondisi ini sudah berlangsung cukup lama dan mengganggu kelancaran operasional.

“Kami sudah mengajukan ke pimpinan untuk penggantian atau perbaikan perangkat, tetapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” ungkap salah satu petugas.

Menurutnya, penggunaan perangkat yang tidak optimal tidak hanya berdampak pada kenyamanan konsumen, tetapi juga menyulitkan pekerjaan petugas di lapangan.

Pengendara berharap pihak pengelola SPBU segera melakukan perbaikan atau penggantian perangkat agar pelayanan dapat berjalan lebih cepat dan efisien.

Sementara itu, petugas juga berharap adanya perhatian serius dari manajemen untuk mengatasi masalah tersebut demi meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. (Wir)