Jalan Terendam Banjir, Warga Tanjung Kudu Butuh Bantuan Transportasi Air

Sampan, pompong dan rakit transportasi anternatif diguanakan warga ketita banjir.

TANJUNG KUDU, MORALRIAU.COM – Jalan akses menuju Desa Persiapan Tanjung Kudu Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar kembali dilanda banjir sejak pihak PLTA Koto Panjang membuka pintu pelimpahan waduk, Sabtu 27 Januari 2024 kemaren, masyarakat terpaksa naik sampan, pompong atau rakit kalau mau keluar dari desa karena jalan yang biasa dilewati warga sudah terendam banjir.

Buyung warga Tanjung Kudu mengatakan kalau sudah banjir Desa Tanjung Kudu terisolir karena dikelilingi banjir akses keluar dari desa susah. “Sebagian rumah warga sudah terendam banjir,” ujarnya.

Alternatif bagi warga yang ingin keluar dari desa terpaksa naik sampan, pompong atau rakit dengan ongkos kisaran Rp 15 sampai Rp 50 ribu per unit sepeda motor.

“Sekali naik sampan, rakit dan pompong untuk satu unit sepeda motor ongkosnya bervariasi kalau jaraknya masih dekat Rp15 ribu kalau jauh mencapai Rp50 ribu,” kata Buyung dilokasi banjir kepada media ini Ahad (28/1/2024) sore.

Lanjut dia, saat ini kalau tak ada keperluan urgent (mendesak), tak sanggup bepergian mengingat besarnya ongkos yang harus dikeluarkan.

Dia berharap pemerintah Kabupaten Kampar maupun provinsi bisa memberi bantuan berupa sampan, rakit atau pompong untuk bisa digunakan warga sebagai transportasi air selama banjir.

Dikatakan, selama banjir selain membutuhkan bantuan sembako, warga Tanjung Kudu juga membutuhkan bantuan berupa alat transportasi air yang bisa mengangkut warga keluar masuk desa.

Untuk saat ini kata Buyung, pemerintah setempat harus membuat aturan terkait ongkos transportasi yang menggunakan sampan, rakit dan pompong ini.

“Kita berharap ongkos ojek sampan, pompong dan rakit ini kalau bisa jangan memberatkan warga. Untuk mengaturnya tentu perlu kehadiran pihak pemerintah setempat,” ungkapnya.

Pemerintah tambahnya, jangan fokus pada bantuan sembako saja tapi alat transportasi air bagi warga selama banjir perlu dicarikan selusinya. (Wir)