KAMPAR, MORALRIAU.COM – Jalan persawahan di RT 4/RW 1, Dusun 1, Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, menjadi lokasi favorit masyarakat untuk berolahraga pada pagi dan sore hari. Suasana yang masih asri, udara yang sejuk, serta minim polusi menjadi daya tarik tersendiri bagi warga.
Setiap pagi dan menjelang senja, sejumlah warga terlihat memanfaatkan jalan tersebut untuk melakukan aktivitas olahraga, mulai dari jogging hingga jalan santai. Pemandangan perkebunan kelapa sawit di sepanjang sisi jalan menambah kenyamanan bagi masyarakat yang ingin berolahraga sambil menikmati suasana alam.
Salah seorang warga setempat, Salman, mengaku hampir setiap hari berolahraga di lokasi tersebut. Menurutnya, kondisi lingkungan yang masih alami membuat aktivitas olahraga terasa lebih nyaman.
“Saya sering jogging atau jalan santai di sini. Udaranya masih segar karena jauh dari polusi kendaraan. Suasananya juga tenang sehingga membuat olahraga lebih nyaman,” kata Salman, Selasa (14/7/2026).
Ia menambahkan, kawasan jalan persawahan tersebut masih dikelilingi perkebunan kelapa sawit sehingga kualitas udaranya tetap terjaga. Selain itu, lalu lintas kendaraan yang tidak terlalu ramai membuat warga merasa lebih aman saat berolahraga.
Pendapat sama juga disampaikan Beben, ia mengaku senang berolahraga di jalan persawahan tersebut. Menurutnya, lingkungan yang masih alami dan jauh dari hiruk pikuk kendaraan memberikan kenyamanan saat berolahraga.
“Kalau jogging di sini rasanya lebih nyaman. Udaranya segar, suasananya tenang, dan pemandangannya juga indah,” ujar Beben.
Selain menjadi tempat berolahraga, jalan yang diapit hamparan perkebunan ini juga menjadi lokasi bagi warga untuk bersantai sambil menikmati keindahan alam. Minimnya lalu lintas kendaraan membuat masyarakat merasa lebih aman saat beraktivitas.
Warga berharap kondisi jalan dan lingkungan di kawasan persawahan Desa Kubang Jaya tetap terjaga sehingga dapat terus menjadi ruang terbuka yang sehat dan nyaman bagi masyarakat untuk berolahraga serta menikmati suasana pedesaan yang masih alami. (wir)
