JAKARTA, MORALRIAU.COM- Allah menjadikan Muhammad sebagai rasul-Nya untuk menyebarkan agama Islam kepada umat manusia. Muhammad SAW telah berhasil menyampaikan pesan-pesan ilahi tersebut kepada umatnya dengan baik. Agama Islam pun tersebar di dunia.
Ulama Lebanon, Syaikh Zu hair Utsman al-Junaidi, mengatakan, umat Islam Indonesia perlu bersyukur karena di negara ini Islam menjadi agama mayoritas. Bahkan, umat Islam Indonesia merupakan yang terbesar di dunia.
“Maka, senantiasa bersyukur karena adanya Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad merupakan rahmatan lil alamin,” ujar nya dalam tausiyahnya di acara Maulid Nabi Muhammad yang Di adakan Fatayat dan LDNU di Masjid Istiqlal, Jakarta, belum lama ini.
Syaikh Zuhair menegaskan, Islam merupakan agama yang penuh kasih sayang. Menurut dia, cahaya Allah terpancar dalam agama ini yang terwujud pada diri Muhammad. Oleh karena itu, memperingati maulid Nabi di harapkan bisa lebih dekat kepada Allah. Syaikh Zuhair meyakini, Rasulullah SAW akan senang melihat umat Islam merayakan maulid nabi.
Syaikh Zuhair menilai, wajah Islam Indonesia jauh dari kekerasan dan radikalisme. Toleransi dan kasih sayang terpancar pada diri umat Islam Indonesia. Selain itu, di Indonesia, umat Islam selalu menjaga agamanya dari ajaran tentang kekerasan dan radikalisme.
“Kita (harus) senantiasa menjaga persatuan umat Islam, jangan terkecoh dan terpecah belah, terpengaruh dengan rayuan mendirikan negara khilafah atau negara yang selain apa yang kita rasakan saat ini,” katanya.
Syaikh Zuhair berpendapat Indonesia sedang dalam keadaan aman dan nyaman dengan sistem demokrasi yang anutnya. Menurut dia, sistem demokrasi sesungguhnya sudah sesuai syariah Islam. Oleh karena itu, Indonesia merupakan gambaran pemerintahan Islami.
Dalam kesempatan tersebut, Syaikh Zuhair juga menyinggung tentang isu Palestina. Dia mempertanyakan sikap umat Islam di dunia apabila tidak berbuat apa-apa terkait Palestina. Syaikh Zu hair mengharapkan peran umat Islam dalam isu pembebasan Palestina, khususnya dan umat Islam dunia ada umumnya.
“Apakah layak kita tidak berbuat apa-apa terkait Palestina atau Masjid al-Aqsha?” ujar Syaikh Zuhair menegaskan.
Pengasuh Pondok Pesantren UNIQ, Malang, Jawa Timur, KH Abdul Ghufron al-Bantani juga mengajak umat Islam Indonesia agar menebarkan kasih sayang kepada manusia. Di samping itu, Kiai Ghufron juga mengajak agar mencintai Tanah Air.
Dia menegaskan, berdirinya Indonesia tidak lepas dari perjuangan seluruh elemen bangsa, khususnya umat Islam. Para ulama dan tokoh lain dari agama lainnya turut serta mempertaruhkan segalanya demi berdirinya Indonesia. “Makanya ulama mengatakan tanpa sejarah tak akan ada Monas dan masjid, tetap Indonesia ya Indonesia,” katanya.
Kiai Ghufron juga mengajak para ulama di Indonesia mempererat persatuan dan kesatuan agar Indonesia selalu damai. Sebab dengan cara tersebut bentuk nyata meneruskan perjuangan ulama terdahulu dalam meraih kemerdekaan.
“Kita harus jagalah kebersihan hati, saling tolong-menolong,” kata Kiai Ghufron.
Pengasuh Pondok Pesantren ash-Shiddiqiyah, KH Muhammad Noer Iskandar, menuturkan bahwa kehidupan ini penuh dengan ujian dan cobaan. Apabila mereka mampu mengatasi ujian-ujian tersebut menandakan akan naik kelas dalam hidupnya.
Kiai Noer Iskandar mengibaratkan ujian hidup seperti ujian dalam sekolah. Ujian di sekolah, katanya, akan menjadi indikator siswa naik kelas. Jika nilai ujian mereka buruk maka kemungkinan besar akan tidak naik kelas. Begitupun sebaliknya apabila bagus maka kesempatan naik kelas akan besar.
“Insya Allah setelah kita diuji, kelas kita naik, kalau meninggal husnul khotimah,” katanya.
Memperingati maulid Nabi Muhammad SAW, kata dia, harus disertai dengan perilaku atau ucapan-ucapan yang sesuai tuntunan nabi. Merayakan hari kelahirannya sebagai bentuk kecintaan umatnya kepada utusan Allah.
Menyebut nama Nabi Muhammad sebanyak mungkin, menurut dia, adalah bentuk kecintaan kepadanya. Kiai Noer Iskan dar mengumpamakan cinta antara laki-laki dan perempuan. Mereka akan selalu menyebut nama orang yang dicintainya.
Untuk itu, Kiai Noer Iskandar mengajar kepada umat Islam agar memperbanyak membaca shalawat. Ucapan tersebut untuk membuktikan kecintaan umatnya kepada nabinya. Kiai Noer Iskan dar menyerukan agar bershalawat setiap hari, khususnya selesai shalat lima waktu.
sumber republika
