KAMPAR, MORALRIAU.COM – Unan warga Domo Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar Provinsi Riau, yang biasanya hidup sebagai petani karet, karena harga karet saat ini murah dia terpaksa berpindah haluan mencari batu sungai untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
“Mengeluhnya dengan keadaan ekonomi yang menimpahnya, harga karet juga murah sehingga dia rela mencari batu sungai untuk memenuhi kebutuhan keluarganya,” kata Unan kepada Moralriau Rabu (20/3-2019).
Beberapa tahun belakangan ini harga karet sangatlah murah, kami sebagai petani karet sangat resah, karena harga karet turun dratis mulai harga Rp 12000 sekarang hanya tinggal Rp 5000 perkilonya.
“Oleh karna itu kami rela mencari batu di sepanjang Sungai Subayang setiap harinya demi menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak,” ujarnya.
Unan menambahkan dia mengkwatirkan anak – anaknya akan putus sekolah, karena dirinya hanya berpenghasilan Rp 100.000 perhari sebagai mencari batu sungai.
Namun, mau tidak mau pekerjaan ini wajib dilakukan, akan tetapi apabila sungai Subayang banjir penghasilan berkurang karena batu sungai susah untuk dicari.
“Ia berharap kepada pemerintahan agar dapat mengatasi masyarakat yang ekonominya dibawah standar,” ungkapnya. (yufri)












Komentar